Selasa, 12 Januari 2016

Suri Handayani



            Aku ingin berbagi kisah tentang kehidupan ku dari aku kecil sampai aku dewasa saat ini.Nama ku Suri handayani biasa di panggil yani,Usia ku saat ini 20 tahun ,aku lahir di tanjung pura desa pematang cengal 14 januari 1995 ,aku dibesarkan di tandam hilir didesa buluh cina dimana nenek ku tinggal,disini aku tinggal bersama ibu dan kedua saudara ku,mungkin teman-teman akan bertanya dimana ayah ku saat ini?.Nanti akan ku cerita kan setelah teman-teman tau identitas ku.Abang ku saat nih berusia 24 tahun dan adik ku berusia 15 tahun,abang ku sudah menyelesaikan kuliahnya menjadi sarjana,adik ku masih duduk di tingkat akhir tsanawiyah sedangkan aku masih seorang mahasiswa di universitas swasta dibinjai.
            Aku dan kedua saudara ku kehilangan ayah beserta kasih sayangnya sejak aku masih duduk di bangku tingkat SD saat itu usia ku masih 7 tahun,kami masih tinggal di desa pematang cengal dimana aku dilahirkan.hidup kami dibilang sangatlah lumayan saat itu,akan tetapi ketika ayah jarang sekali pulang kehidupan perekonomian kami menjadi sulit.Ibu ku membanting tulang kesana kemari untuk menafkahi kami, kami yang masih kecil belum mengerti apa-apa saat itu,Ibu yang sudah lama mencurigai ayah ku ibu tidak gegabah ( tidak terburu-buru ) dalam mengambil keputusan.Tak kala hujan saat itu sering mengguyur rumah kami sehingga atapnya sering bocor bahkan jika terhembus angin besar kemungkinan rumah kami akan roboh.Disaat-saat seperti itu ayah ku tak peduli dengan kami lagi.
            Entah apa yang terjadi pada ibu dan ayah ku mereka sering bertengkar walau kami tidak melihatnya tapi telinga kami dapat mendengarnya,kata-kata yang tak layak kami dengar diucapkan oleh kedua orang tua ku ,membuat kami takut dengan situasi seperti ini.Esok paginya kami tak melihat ayah sarapan pagi bersama kami,dengan polosnya aku bertanya “ Mah ayah mana ? kok gak ikut sarapan? “ Ibu ku pun tak dapat menjawab melainkan hanya air mata yang berlinang di pipinya,kami berdua pun saat itu hanya diam menatap ibu.
            Lama sudah ayah tak pulang anak mana yang tak merindukan ayahnya saat itu,namun namanya juga anak-anak rasa kangen pasti akan hilang ketika ia sibuk bermain dengan teman-temannya.Beberapa bulan kemudian ayah dan ibu ku resmi bercerai mungkin itu keputusan yang terbaik yang diambil ibu ku.Setelah ibu ku resmi berpisah kami pun pergi kerumah nenek di tandam hilir,disitulah kami tinggal sekarang tanpa adanya ayah.
2 tahun sudah kami tinggal disini ibu ku mempersiapkan keberangkatannya untuk menjadi TKI di Malaysia,hati anak mana yang tidak miris harus merelakan ibunya pergi kenegri orang dimana kabarnya disana banyak terjadi kekerasan,namun hanya doa yang bisa aku panjatkan untuk ibu ku semoga ibu baik-baik disana.Mungkin itu pilihan yang terbaik bagi ibu saya untuk melupkan masa lalunya yang pahit.Saat ibu disana kerinduan kami hanya terobati lewat surat-surat yang ia kirim ,surat itu dikirim 6 bulan sekali . andai ayah ku tak sejahat itu menyakiti ibu ku pasti saat ini ibu ku tak akan pergi jauh ini meninggalkan kami.Sedihnya ketika hari raya tiba ketika sholat idul fitri kami hanya menangis melihat foto ibu,berbeda dengan anak-anak lainnya yang dapat berkumpul dengan ibu dan ayahnya untuk berangkat sholat id bersama,sedangkan kami,kami hanya duduk sendiri dan menangis menahan rasa rindu ini.
            Hanya dua tahun ibu dimalaysia ,sepulang dari sana kami menjemputnya dibandara,hati ini tak sabar ingin memeluknya air mata ini tak bisa menahannya.saat ibu melambaikan tangannya dan berlari mendekati kami alangkah bahagianya kami dapat memeluknya kembali,hasil dari kerja keras ibu ku kini untuk membeli rumah disebelah rumah kakek ku,yah rumahnya lumayan lah sebagai tempat berteduh.Perekonomian kami yang mudah saat itu tak bertahan lama sehingga kami diuji lagi dengan masa-masa yang sulit,ibu ku harus kembali bekerja untuk menafkahi kami,pekerjaan yang dilakukan saat itu bisa dibilang tak layak untuknya ia bekerja jadi tukang arit padi ketika musim panen tiba, belum lagi ia harus menahan guncingan dari mulut-mulut istri-istri rekan kerjanya,bahkan ia harus benar-benar menjaga dirinya tak jarang laki-laki yang kerja dengannya dengan seenaknya merendahkannya,statusnya yang hanya seorang janda membuat laki-laki disekitarnya selalu mengejeknya ,namun ibu ku bukan sosok ibu yang lemah dan gampang menyerah,ia begitu kuat menahan cemooh mereka,ibu ku yang bekerja dari pagi hingga malam untuk mendapatkan hasil yang tak seberapa terkadang uang yang di bawa ketika ia pulang hanya sebesar Rp 2000 rupiah,Saat itu kami hanya menangis melihat keadaan yang sangat sulit seperti ini, “ ya allah akan kah semua ini dapat berubah ,sepertinya sudah cukup sampai sini ,aku tak ingin melihat ibu ku lelah bekerja”.
Sejak aku dan abang ku SMP dan SMA Alhamdulillah kami selalu menjadi siswa yang terbaik,dan mendapatkan biaya siswa disekolah sebagai siswa yang berprestasi,sehingga kami dapat sedikit meringankan beban ibu ku ,ketika diusia ku yang ke 15 tahun aku sudah mulai bekerja sampingan membantu jualan di toko orang yang baru beberapa bulan aku kenal ,satu hari bisa aku dapatkan Rp 5000,untuk jajan sekolahku,sebab penghasilan ibu ku saat itu hanya cukup untuk makan satu hari saja.aku terus bekerja sampai aku melanjutkan sekolah di SMA SWASTA,ditengah-tengah kehidupan kami yang rapuh,ayah ku datang kembali berharap agar ibu ku kembali padanya,saat ku melihat sesosok ayah ku datang dihadapan ku,hati ku hancur,kecewa,benci,rindu jadi satu aku tidak tahu harus bilang apa kehadirannya membawa luka kembali di hati ibu ku,cukup sudah apa yang ayah ku lakukan,untuk apa dia kembali ? apakah dia lupa apa yang dulu dia lakukan pada ibu ku?.
Kini hanya tinggal kenangan baginya ,kami sudah melupakannya dalam hidup kami,mungkin itu terlihat kejam bagi siapa pun yang mendengarnya,mereka tidak merasakan bagaimana menderitanya ibu saya sejak ayah meninggalkannya demi wanita lain,ibu harus menanggung beban ini sendiri.
            BrokenHome yah itulah keadaan ku saat ini dari aku kecil aku sudah kehilangan kasih sayang seorang ayah,jujur dulu aku sangat marah ketika ada orang yang menghina ku bahkan dulu aku tak segan-segan melukainya,tapi sekarang akan ku biarkan mereka menghina ku,karena suatu saat akan ku tunjukkan bahwa BrokenHome yang ada dikeluarga ku tidak seperti keluarga lain,aku akan tunjukkan bahwa aku dapat membahagiakan ibu ku dan merubah perekonomian ku lebih baik lagi kedepannya.aku mudah bergaul dengan siapa pun baik yang muda atau yang tua mudah menjadi teman ku,hobbi ku bermain music,tracking,dan lain-lain membuat ku mudah mendapatkan teman,aku sering mendaki gunung untuk melepas penat dalam pikiran ku ,aku tak ingin seperti mereka yang terjerumus ke pergaulan bebas hanya karena problem orang tua,walaupun berat bagiku menerima semuanya tapi aku harus terima ,dan aku baru tau ketika aku beranjak dewasa bahwa perceraian itu sangat menyakitkan bagi ku.
            Jika dikatakan iri dengan kasih sayang yang didapatkan anak-anak lain,jujur aku memang sangat iri pada mereka yang dengan mudah mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya,tapi sudahlah kasih sayang yang ku dapat dari ibu ku sudah cukup bagi ku,dengan berputarnya roda waktu kehidupan kami saat ini sangat lah lumayan hingga atas izin yang maha kuasa ibu dapat menyelesaikan kuliah abg ku ,dapat  menyekolahkan adik ku,serta menguliahkan ku sampai saat ini dan bisa membuat ibu berangkat umroh bersama kakek dan nenek ku.Alhamdulillah roda kehidupan pun akhirnya berputar.
            Tidak semuanya keluarga BrokenHome itu memiliki masa depan yang suram,jadi jangan pernah menilai yang negative pada keluarga itu,aku berterima kasih pada orang-orang yang dulu menghina ibuku yang hidupnya sebagai seorang janda,tidak semua janda itu jahat,ibu ku wanita baik-baik,dan untuk mereka yang tidak menyukai keluarga ku serta selalu mencari kesalahan ku,cobalah untuk bercermin dan lihat siapa diri kalian apakah lebih baik dari ku dan keluarga ku,cobalah untuk sadar sebelum terlambat.


*TERIMAKASIH*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar