Aku
ingin berbagi kisah tentang kehidupan ku dari aku kecil sampai aku dewasa saat
ini.Nama ku Suri handayani biasa di panggil yani,Usia ku saat ini 20 tahun ,aku
lahir di tanjung pura desa pematang cengal 14 januari 1995 ,aku dibesarkan di
tandam hilir didesa buluh cina dimana nenek ku tinggal,disini aku tinggal
bersama ibu dan kedua saudara ku,mungkin teman-teman akan bertanya dimana ayah
ku saat ini?.Nanti akan ku cerita kan setelah teman-teman tau identitas
ku.Abang ku saat nih berusia 24 tahun dan adik ku berusia 15 tahun,abang ku
sudah menyelesaikan kuliahnya menjadi sarjana,adik ku masih duduk di tingkat
akhir tsanawiyah sedangkan aku masih seorang mahasiswa di universitas swasta
dibinjai.
Aku
dan kedua saudara ku kehilangan ayah beserta kasih sayangnya sejak aku masih
duduk di bangku tingkat SD saat itu usia ku masih 7 tahun,kami masih tinggal di
desa pematang cengal dimana aku dilahirkan.hidup kami dibilang sangatlah
lumayan saat itu,akan tetapi ketika ayah jarang sekali pulang kehidupan perekonomian
kami menjadi sulit.Ibu ku membanting tulang kesana kemari untuk menafkahi kami,
kami yang masih kecil belum mengerti apa-apa saat itu,Ibu yang sudah lama
mencurigai ayah ku ibu tidak gegabah ( tidak terburu-buru ) dalam mengambil
keputusan.Tak kala hujan saat itu sering mengguyur rumah kami sehingga atapnya
sering bocor bahkan jika terhembus angin besar kemungkinan rumah kami akan
roboh.Disaat-saat seperti itu ayah ku tak peduli dengan kami lagi.
Entah
apa yang terjadi pada ibu dan ayah ku mereka sering bertengkar walau kami tidak
melihatnya tapi telinga kami dapat mendengarnya,kata-kata yang tak layak kami
dengar diucapkan oleh kedua orang tua ku ,membuat kami takut dengan situasi
seperti ini.Esok paginya kami tak melihat ayah sarapan pagi bersama kami,dengan
polosnya aku bertanya “ Mah ayah mana ? kok gak ikut sarapan? “ Ibu ku pun tak
dapat menjawab melainkan hanya air mata yang berlinang di pipinya,kami berdua
pun saat itu hanya diam menatap ibu.
Lama
sudah ayah tak pulang anak mana yang tak merindukan ayahnya saat itu,namun
namanya juga anak-anak rasa kangen pasti akan hilang ketika ia sibuk bermain
dengan teman-temannya.Beberapa bulan kemudian ayah dan ibu ku resmi bercerai mungkin
itu keputusan yang terbaik yang diambil ibu ku.Setelah ibu ku resmi berpisah
kami pun pergi kerumah nenek di tandam hilir,disitulah kami tinggal sekarang
tanpa adanya ayah.
2 tahun sudah kami tinggal disini ibu ku
mempersiapkan keberangkatannya untuk menjadi TKI di Malaysia,hati anak mana
yang tidak miris harus merelakan ibunya pergi kenegri orang dimana kabarnya
disana banyak terjadi kekerasan,namun hanya doa yang bisa aku panjatkan untuk
ibu ku semoga ibu baik-baik disana.Mungkin itu pilihan yang terbaik bagi ibu
saya untuk melupkan masa lalunya yang pahit.Saat ibu disana kerinduan kami
hanya terobati lewat surat-surat yang ia kirim ,surat itu dikirim 6 bulan
sekali . andai ayah ku tak sejahat itu menyakiti ibu ku pasti saat ini ibu ku
tak akan pergi jauh ini meninggalkan kami.Sedihnya ketika hari raya tiba ketika
sholat idul fitri kami hanya menangis melihat foto ibu,berbeda dengan anak-anak
lainnya yang dapat berkumpul dengan ibu dan ayahnya untuk berangkat sholat id
bersama,sedangkan kami,kami hanya duduk sendiri dan menangis menahan rasa rindu
ini.
Hanya
dua tahun ibu dimalaysia ,sepulang dari sana kami menjemputnya dibandara,hati
ini tak sabar ingin memeluknya air mata ini tak bisa menahannya.saat ibu
melambaikan tangannya dan berlari mendekati kami alangkah bahagianya kami dapat
memeluknya kembali,hasil dari kerja keras ibu ku kini untuk membeli rumah
disebelah rumah kakek ku,yah rumahnya lumayan lah sebagai tempat berteduh.Perekonomian
kami yang mudah saat itu tak bertahan lama sehingga kami diuji lagi dengan
masa-masa yang sulit,ibu ku harus kembali bekerja untuk menafkahi
kami,pekerjaan yang dilakukan saat itu bisa dibilang tak layak untuknya ia
bekerja jadi tukang arit padi ketika musim panen tiba, belum lagi ia harus
menahan guncingan dari mulut-mulut istri-istri rekan kerjanya,bahkan ia harus
benar-benar menjaga dirinya tak jarang laki-laki yang kerja dengannya dengan
seenaknya merendahkannya,statusnya yang hanya seorang janda membuat laki-laki
disekitarnya selalu mengejeknya ,namun ibu ku bukan sosok ibu yang lemah dan
gampang menyerah,ia begitu kuat menahan cemooh mereka,ibu ku yang bekerja dari
pagi hingga malam untuk mendapatkan hasil yang tak seberapa terkadang uang yang
di bawa ketika ia pulang hanya sebesar Rp 2000 rupiah,Saat itu kami hanya
menangis melihat keadaan yang sangat sulit seperti ini, “ ya allah akan kah
semua ini dapat berubah ,sepertinya sudah cukup sampai sini ,aku tak ingin
melihat ibu ku lelah bekerja”.
Sejak aku dan
abang ku SMP dan SMA Alhamdulillah kami selalu menjadi siswa yang terbaik,dan
mendapatkan biaya siswa disekolah sebagai siswa yang berprestasi,sehingga kami
dapat sedikit meringankan beban ibu ku ,ketika diusia ku yang ke 15 tahun aku
sudah mulai bekerja sampingan membantu jualan di toko orang yang baru beberapa
bulan aku kenal ,satu hari bisa aku dapatkan Rp 5000,untuk jajan sekolahku,sebab
penghasilan ibu ku saat itu hanya cukup untuk makan satu hari saja.aku terus
bekerja sampai aku melanjutkan sekolah di SMA SWASTA,ditengah-tengah kehidupan
kami yang rapuh,ayah ku datang kembali berharap agar ibu ku kembali
padanya,saat ku melihat sesosok ayah ku datang dihadapan ku,hati ku
hancur,kecewa,benci,rindu jadi satu aku tidak tahu harus bilang apa
kehadirannya membawa luka kembali di hati ibu ku,cukup sudah apa yang ayah ku
lakukan,untuk apa dia kembali ? apakah dia lupa apa yang dulu dia lakukan pada
ibu ku?.
Kini hanya tinggal kenangan baginya
,kami sudah melupakannya dalam hidup kami,mungkin itu terlihat kejam bagi siapa
pun yang mendengarnya,mereka tidak merasakan bagaimana menderitanya ibu saya
sejak ayah meninggalkannya demi wanita lain,ibu harus menanggung beban ini
sendiri.
BrokenHome
yah itulah keadaan ku saat ini dari aku kecil aku sudah kehilangan kasih sayang
seorang ayah,jujur dulu aku sangat marah ketika ada orang yang menghina ku
bahkan dulu aku tak segan-segan melukainya,tapi sekarang akan ku biarkan mereka
menghina ku,karena suatu saat akan ku tunjukkan bahwa BrokenHome yang ada dikeluarga
ku tidak seperti keluarga lain,aku akan tunjukkan bahwa aku dapat membahagiakan
ibu ku dan merubah perekonomian ku lebih baik lagi kedepannya.aku mudah bergaul
dengan siapa pun baik yang muda atau yang tua mudah menjadi teman ku,hobbi ku
bermain music,tracking,dan lain-lain membuat ku mudah mendapatkan teman,aku
sering mendaki gunung untuk melepas penat dalam pikiran ku ,aku tak ingin
seperti mereka yang terjerumus ke pergaulan bebas hanya karena problem orang
tua,walaupun berat bagiku menerima semuanya tapi aku harus terima ,dan aku baru
tau ketika aku beranjak dewasa bahwa perceraian itu sangat menyakitkan bagi ku.
Jika
dikatakan iri dengan kasih sayang yang didapatkan anak-anak lain,jujur aku
memang sangat iri pada mereka yang dengan mudah mendapatkan kasih sayang kedua
orang tuanya,tapi sudahlah kasih sayang yang ku dapat dari ibu ku sudah cukup
bagi ku,dengan berputarnya roda waktu kehidupan kami saat ini sangat lah
lumayan hingga atas izin yang maha kuasa ibu dapat menyelesaikan kuliah abg ku
,dapat menyekolahkan adik ku,serta
menguliahkan ku sampai saat ini dan bisa membuat ibu berangkat umroh bersama
kakek dan nenek ku.Alhamdulillah roda kehidupan pun akhirnya berputar.
Tidak
semuanya keluarga BrokenHome itu memiliki masa depan yang suram,jadi jangan
pernah menilai yang negative pada keluarga itu,aku berterima kasih pada
orang-orang yang dulu menghina ibuku yang hidupnya sebagai seorang janda,tidak
semua janda itu jahat,ibu ku wanita baik-baik,dan untuk mereka yang tidak
menyukai keluarga ku serta selalu mencari kesalahan ku,cobalah untuk bercermin
dan lihat siapa diri kalian apakah lebih baik dari ku dan keluarga ku,cobalah
untuk sadar sebelum terlambat.
*TERIMAKASIH*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar