Selasa, 24 November 2015

Tugas Presentasi Bahasa Indonesia

Download Dokumennya Disini

Paragraf Argumentasi
Kelompok 1:
1.      Ade Astari Ananda
2.      Dewiana
3.      Dian Pratama Putra
4.      Dina Br Tambunan
5.      Eko Aprianda

Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Paragraf Argumentasi
Sebelum kita membahas tentang paragraf argumentasi terlebih dahulu kita bahas mengenai pengertian paragraf itu sendiri. Paragraf adalah bagian dalam suatu karangan yang mengandung satu gagasan pokok atau pikiran utama dan beberapa gagasan penjelas. Paragraf dapat pula diartikan sebagai suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Paragraf merupakan himpunan dari kalimat kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan.
 

Pengertian Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi adalah sebuah paragraf yang gagasan utamanya dikembangkan dengan cara menjabarkan pendapat, ulasan, bahasan, atau ide pribadi penulisnya. Tujuan dari paragraf ini adalah untuk meyakinkan, atau mempengaruhi pembaca agar memiliki pendapat yang sama dengan pendapat penulis. 
Paragraf argumentasi ialah sebuah paragraf yang mengemukakan alasan,dan untuk mempengaruhi sikap atau pendapat orang lain agar orang tersebut percaya dan meyakini dari suatu karangan tersebut bahwa terdapat fakta-fakta yang menunjukan kebenaran, contoh, dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan fakta tersebut. Dengan adanya sebuah paragraf argumentasi dan juga memengaruhi pembaca dengan alasan-alasan yang logis dan kuat guna membuktikan kebenaran dari suatu pendapat alami didasarkan atas data dan fakta dalam karangan,serta pembaca bertindak sesuai dengan apa yang di inginkan oleh penulis
Agar tujuan tersebut dapat tercapai, paragraf ini harus disertai dengan fakta-fakta aktual seperti data, hasil research,teori ahli, contoh, dan lain-lain. Hal ini dilakukan untuk menguatkan pendapat-pendapat yang dijabarkan dalam paragraf tersebut, sehingga pendapat Anda tidaklah sekedar omong kosong dan pembaca akan merasa yakin dan sependapat dengan pemikiran Anda. 


Perbedaan Antara Paragraf Argumentasi dan Paragraf Eksposisi                      
Sering sekali banyak orang salah paham antara paragraf argumentasi dan paragraf eksposisi. Memang, kedua paragraf ini memiliki kesamaan, yaitu memiliki data-data actual di dalamnya. Namun, paragraf eksposisi menggunakan data-data tersebut hanya untuk menjelaskan. Sedangkan pada argumentasi, data-data tersebut digunakan untuk membuktikan bahwa pendapat kita tersebut adalah benar.  
Lain halnya dengan paragraf argumentasi yang mengharapkan pembaca mempercayai apa yang disampaikan di dalam paragraf, sehingga pada bagian akhir paragraf tidak jarang kita menemukan satu kesimpulan utuh dari hal-hal yang telah dijabarkan sebelumnya.





Ciri-ciri Paragraf Argumentasi
Berdasarkan pengertian di atas, suatu paragraf dapat dikatakan paragraf argumentasi jika memiliki ciri-ciri berikut ini:
1.      Berisi pendapat, pandangan, atau keyakinan penulis terhadap suatu permasalahan.
2.      Memiliki data-data faktual yang digunakan untuk meyakinkan pembaca.
3.      Menjabarkan suatu permasalahan dengan cara menganalisa dan menganalogikan.
4.      Diakhiri dengan kesimpulan berupa pendapat yang lebih luas bukan merupakan penegasan kembali topik utama. 

Langkah langkah membuat paragraf argumentasi
1.      Menentukan tema atau topik permasalahan yang akan dibahas,
2.       Merumuskan tujuan penulisan,
3.       Mengumpulkan data atau bahan. Data itu bisa berbentuk: bukti-bukti, fakta, atau pernyataan yang mendukung.
4.       Menmbuat kerangka karangan.
5.       Mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuat sehingga menjadi karangan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penulisan karangan Argumentasi :
1.      Berpikir sehat, kritis, dan logis. 
2.      Mencari,  mengumpulkan,  memilih  fakta  yang  sesuai  dengan  tujuan  dan topik,  serta mampu  merangkaikan  untuk  membuktikan  keyakinan  atau pendapat.  
3.      Menjauhkan emosi dan unsur subjektif.
4.      Menggunakan  bahasa  secara  baik  dan  benar,  efektif,  dan  tidak menimbulkan salah penafsiran.  

Jenis dan Contoh Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi dikelompokkan menjadi dua berdasarkan cara pengembangan topik utamanya, yaitu paragraf argumentasi sebab-akibat, dan paragraf argumentasi akibat-sebab. 
1.      Paragraf Argumentasi Sebab-Akibat
Paragraf ini diawali dengan pendapat-pendapat yang berupa sebab-sebab dari suatu permasalahan tertentu yang pada akhirnya diarahkan pada satu kesimpulan umum yang disebut juga dengan akibat dari sebab-sebab tersebut.
Contoh 1
Pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh dengan pendidikan Negara-negara lain di dunia. Bahkan Negara kita masih kalah dengan Negara tetangga kita, Malaysia dan Singapura dalam bidang pendidikan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya penduduk mereka yang mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Sedangkan di Indonesia, jumlah penduduk yang mengenyam pendidikan masih jauh tertinggal, apa lagi di daerah-daerah tertinggal seperti papua, NTT, NTB, dan masih banyak lagi. Tertinggalnya pendidikan di daerah-daerah seperti itu disebabkan oleh tidak meratanya pendidikan di Negara kita. Pemerintah hanya membangun fasilitas-fasilitas pendidikan di daerah-daerah perkotaan. Selain itu, minimnya jumlah guru di daerah tersebut ikut membuat semakin jauhnya akses pendidikan di tempat itu. Akibatnya, pendidikan di Indonesia tidak merata dan tertinggal, sehingga tidak bisa bersaing dengan Negara-negara lain di dunia. 

Contoh 2
Musim kemarau tahun ini merupakan kemarau terparah dalam 10 tahun terakhir. Tidak turunnya hujan selama 5 bulan menyebabkan tanah-tanah dan sumber air menjadi kering. Menurut BMKG, tahun ini diperkirakan hujan akan turun memasuki bulan depan. Jika hal itu terjadi, maka bisa dipastikan kemarau ini bukan kemarau bisa karena terjadi selama 7 bulan. Sedangkan, menurut data yang dikeluarkan oleh BMKG tahun lalu, kemarau hanya terjadi selama 5 bulan. Alhasil, petani-petani banyak mengalami gagal panen karena tidak ada air yang mengairi persawahan mereka. 


Paragraf Argumentasi Akibat-Sebab
Paragraf argumentasi ini diawali dengan pendapat-pendapat yang berupa akibat dari suatu permasalahan tertentu dan pada bagian akhir paragraf dijabarkan apa yang menjadi penyebab akibat-akibat tersebut.

Contoh 1
Sekolah SMAN 1 Tanjung Bintang dinobatkan sebagai sekolah terbaik di Indonesia. Banyak anak-anak berprestasi yang dihasilkan oleh sekolah ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya juara-juara olimpiade yang berasal dari sekolah ini. Tidak hanya prestasi di bidang akademik saja yang membanggakan, tetapi juga di bidang lain seperti olahraga dan kesenian. Tahun lalu saja sekolah ini mengirimkan 20 atlet yang mewakili Indonesia dalam ajang Sea Games dan panduan suara sekolah ini saat ini tengah mengikuti kompetisi paduan suara internasional di Barcelona, Spanyol. Prestasi-prestasi yang membanggakan dari sekolah ini tidak terjadi begitu saja, tetapi berkat kerja keras para dewan guru dan pihak komite sekolah yang berkomitmen untuk selalu menghasilkan lulusan-lulusan terbaik. 

Contoh 2
Jumlah kecelakaan di jalan raya tahun ini melonjak tajam. Bahkan lebih parah dari lima tahun terakhir. Menurut data yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian, tahun lalu jumlah kasus kecelakaan di jalan hanya mencapai 4.500 kasus, bandingkan dengan tahun ini yang sudah mencapai 5.300 kasus pada H + 2 lebaran, sehingga dipastikan akan semakin bertambah jumlahnya. Dari 5. 300 kasus tersebut, persentase yang paling banyak adalah kendaraan bermotor. Melonjaknya angka kecelakaan ini disebabkan oleh bertambahnya jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor. 


Contoh  lain
Kerusakan alam merupakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh umat manusia pada era modern ini. Hampir setiap hari kita selalu disuguhi berita berbagai macam bencana, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan. Bencana alam tersebut memakan korban nyawa dan harta. Tumbuhan dan hewan tidak berdosa pun menjadi korban. Peristiwa ini merupakan akibat pola hidup sebagian besar manusia modern yang tidak ramah lingkungan.

Contoh lain
Dari data kepolisian dan rumah sakit diperkirakan terdapat 70 s.d 75% kasus penyalagunaan narkoba terjadi pada kelompok remaja. Sebanyak 82% berasal dari tingkat ekonomi menengah ke atas dan 18% dari keluarga tidak mampu. Korban penyalagunaan narkoba 68% di antaranya berpendidikan SMP dan SMA. Sementara itu, data dari rumah sakit menunjukkan bahwa presentase tertinggi ada pada kelompok umur 16-25 tahun. Yang sebagian besarnya merupakan kelompok sembahyang notabene adalah generasi penerus bangsa.


Sumber: http://www.prbahasaindonesia.com

Minggu, 15 November 2015

Gak tau judulnya apa

Tapi maunya tu yang
1. Se-Iman
2. Baik
3. Bersih
4. Manis
5. Nalar
Selanjutnya masih difikirkan

Sabtu, 14 November 2015

TUGAS Kelompok 1 HAKI

Etika Bisnis Dan E-Commerce

Kelompok 1:
Ade Astari Ananda
Dewiana
Dina Br Tambunan
Dian Pratama Putera
Eko Aprianda

Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ethos yg berarti : kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir.
*Menurut Kamus Bahasa Indonesia (Poerwadarminta) etika adalah “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”
* Menurut Drs. O.P. SIMORANGKIR  "etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. "
*Menurut Magnis Suseno, "Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran.Yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas".

Pengertian Etika Bisnis            
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Mampu menyatakan yang benar itu benar
7. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
8. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
9. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
10. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan

Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan  individu,  perusahaan, industri dan juga masyarakat.

Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan  bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.
Dalam teknologi informasi secara utuh, tentunya tidak akan terlepas dari aspek “bisnis” sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan teknologi tersebut. Dalam perkembangannnya, teknologi informasi telah menjadi suatu raksasa industry yang dalam menjalankan kegiatannya tidak akan terlapas dari tujuan pencarian keuntungan.
Kegiatan industri adalah kegiatan melakukan bisnis yaitu dengan memproduksi, mengedarkan, mejual, dan membeli produk-produk yang menghasilkan perkembangan teknologi tersebut baik yang yang berupa barang maupun jasa.

Beberapa alasan yang membuat bisnis perlu dilandasi oleh suatu etika antara lain adalah berikut :
1. Selain mempertaruhkan barang dan uang untuk tujuan keuntungan, bisnis juga mempertaruhkan nama, harga diri dan bahkan nasib umat manusia yang terlibat didalamnya.
2. Bisnis adalah bagian penting dari masyarakat yang terjadi di dalam masyarakat. Bisnis dilakukan antara mannusia yang satu dengan manusia yang lainnya dan menyangkut hubungan antara manusia tersebut. Sebagai hubungan antara manusia, bisnis juga membutuhkan etika yang setidaknya mampu memberikan pedoman bagi pihak yang melakukannya.
3. Bisnis adalah kegiatan yang memgutamakan rasa saling percaya. Sehingga dengan saling percaya suatu kegiatan bisnis akan berkembang karena mememiliki rasa relasi yang dapat di percaya dan bisa mempercayai.

A. Cakupan Etika Bisnis
Kegiatan bisnis yang makin merenbak baik di dalam maupun di luar negeri, telah menimbulkan tantangan baru, yaitu adanya tuntutan praktis bisnis yang baik, yang etis, juga menjadi tuntutan kehidupan bisnis di banyak negera di dunia.
Richard T. De George (1986), di dalam buku Business Ethic memberikan 4 macam kegiatan yang dapat dikatagorikan sebagai cakupan etika bisnis.
1. Penerapan prinsip-prinsip etika umum pada praktik-praktik khusus dalam bisnis.
2. Etika bisnis tidak hanya menyangkut penerapan prinsip etika pada kegiatan bisnis, tetapi merupakan ”meta-etika” yang juga menyoroti apakah perilaku yang dinilai atau tidak secara individu dapat diterapkan pada orhanisasi atau perusahaan bisnis.
3. Bidang penelaah etika bisnis yang menyangkut asumsi mengenai bisnis. Dalam hal ini, etika bisnis juga menyoroti moralitas sistem ekonomi pada umumnya serta sistem ekonomi suatu negara pada khususnya.
4. Etika bisnis juga menyangkut bidang yang biasanya sudah meluah lebih dari sekedar etika, seperti misalnya ekonomi dan teori organisasi.
Pada keempat bidang tersebut, etika bisnis membantu para pelaku bisnis untuk melakukan pendekatan permasalahan moral dalam bisnis secara tepat dan sebaliknya mendekati permasalahan yang terjadi pada bisnis dengan pendekatan moral yang mungkin sering di abaikan. Etika bisnis akan memberikan pelajaran kepada para pelaku bisnis bahwa bisnis yang ”berhasil”, tidak hanya bisnis yang menuai keuntungan secara meterial saja melainkan bisnis yang bergerak dalam koridor etis yang membawa serta tanggung jawab dan memelihara hubungan baik antar manusia yang terlibat di dalamnya. Etika bisnis memiliki tujuan yang paling penting adalah menggugah kesadaran tentang dimensi etis dari kegiatan bisnis dan menajemen, etika bisnis juga menghalau pencitraan bisnis sebagai kegiatan yang ”kotor” penuh muslihat dan dipenuhi oleh orang-orang yang menjalankan usahanya dengan licik.

B. Prinsip-Prinsip Etika Bisnis
Sony keraf (1991) dalam buku Etika Bisnis : Membangun Citra Bisnis sebagai Profesi Luhur. Prinsip-prinsip tersebut dituliskan dengan tidak melupakan kekhasan sistem nilai dari masyarakat bisnis yang nberkembang, prinsip-prinsip tersebut antara lain adalah :
Prinsip ini mengandung pengertian bahwa manusia dapat bertindak secara bebas berdasarkan kesadaran tentang apa yang dianggap baik untuk dilakukan. Yang artinya, kebebasan yang ada adalah kebebasan yang bertangguang jawab.
1. Prinsip kejujuran
Kejujuran adalah prinsip etika bisnis yang cukup penting karena menjamin kelanggengan sebuah kegiatan bisnis. Beberapa contoh aspek kejujuran dalam kegiatan bisnis antara lain adalah :
• Kejujuran dalam menjual atau menawarkan barang dengan harga yang sesuai dengan kualitas barang yang di jual atau ditawarkan tersebut.
• Kejujuran dalam kegiatan perusahaan menyangkut hubungan kerja antar pemimpin dengan pekerja.
• Kejujuran dalam melakukan perjanjian-perjanjian baik perjanjian kontrak, jual-beli maupun perjanjian-perjanjian yang lain.
2. Prinsip berbuat baik dan tidak berbuat jahat
Berbuat baik (beneficence) dan tidak berbuat jahat (non malefience) merupakan prinsip moral untuk bertindak baik kepada orang lain.
3. Prinsip keadilan
Prinsip keadilan merupakan prinsip yang menuntut bahwa dalam hubungan bisnis, seseorang memperlakukan bisnis, seseorang memperlakukan orang lain sesuai haknya.
4. Prinsip hormat pada diri sendiri
Prinsip ini sama artinya dengan prinsip menghargai diri sendiri, bahwa dalam melakaukan hubungan bisnis, manusia memiliki kewajiban moral untuk memperlakukan didirinya sendiri sebagai pribadi yang memiliki nilai sama dengan pribadi lainnya.

C. Bisnis Di Bidang Teknologi Informasi
Sesuai dengan kegiatan dalam dunia teknologi informasi maka bisnis di bidang ini dapat di bagi menjadi beberapa kategori :
a Bisnis Di Bidang Industry Perangkat Keras
Bisnis di bidang ini merupakan bisnis yang bergerak di bidang rekayasa perangkat keras pembentuk computer. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan IBM, Compaq, Seagate, Connon, hewlet Packard dll.
b Bisnis Di Bidang Rekayasa Perangkat Lunak
Bisnis ini bergerak di bidang rekayasa perangkat lunak atau perangkat computer. Dalam lingkup yang keci bisa saja dilakukan oleh seseorang yang menguasai teknik-teknik rekayasa lunak. Sedanngkan dalam lingkup yang besar bisnis ini di lakukan oleh perusahaan perangkat lunak seprti Microsoft, Corel Corporation, Adobe dll.
c Bisnis Di Bidang Distribusi Dan Penjualan Barang
Bisnis ini bergerak dalam menghasilkan produk atau barang dalam bidang komputer, maka bagian bisnis ini bertugas menjual dan mendistribusikan produk-produk industry tersebut.

D. Tantangan Umum Bisnis Di Bidang TI
Berikut ini adalah hal yang merupakan tantangan pelaksanaan etika bienis dalam dunia bisnis teknologi informasi seiring dengan perubahan dan perkembangan yang sering kali terjadi secara revolusioner :
a Tantangan inovasindan perubahan yang cepat
Mengingat perubahan yang begitu cepat dalam bidang tekologi informasi sering kali perubahan yang terjadi memberikan tekanan bagi masyarakat atau perusahaan untuk mengikuti perubahan tersebut.
b Tantangan pasar dan pemasaran di era globalisasi
Globalisasi menciptakan apa yang disebut lingkungan vertical dimana setiap perusahaan di ibaratkan sebagai pemain yang harus bertanding di atas tanah yang bergoyang. Persaingan yang ketat di era globalisasi tersebut menimbulkan banyak alasan bagi pelaku bisnis di bidang teknologi informasi untuk melakukan konsentrasi.
c Tantangan pergaulan internasional
Sering kali terjadi bahwa perusahaan internasional mengambil tindakan pertanyaan mendasar bagi perusahaan multinasional.
d Tantangan pengembangan sikap dan tanggung jawab pribadi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi yang cepat, memberikan tantangan penegakkan nilai-nilai etika dan moral setiap individu guna mengendalikan kemajuan dan penerapan teknologi tersebut bagi kemanusiaan.

Perkembangan E-Commerce begitu pesat sehingga sampai saat ini belum ada definisi tungggal tentang system ini. Kesulitan menentukan definisi tersebut terjadi kerena hampir setiap saat muncul bentuk-bentuk baru dari E-Commerce.
Perkembangan yang sangat pesat dari system perdagangan elektronik tersebut antara lain di sebabkan oleh :
1. Proses transaksi yang singkat
2. Menjangkau lebih banyak pelanggan
3. Mendorong kreativitas penyediaan jasa
4. Biaya operasional lebih murah
5. Meningkatkan kepuasan pelangggan

E. Model Hukum Perdagangan Elektronik
Salah satu acuan internasional yang banyak di gunakan adalah Uncitral Model law on Electronic Commerce 1996. Acuan yang berisi model hukum dalam transaksi e-commerce tersebut yang berada di bawah PBB, model tersebut telah di setujui oleh General Assembly Ressolution No.51/162 tanggal 16 desember 1996.
1. Pengakuan secara yuridis terhadap suatu data message
2. Pengakuan tanda tangan digital
3. Adanya pengakuan atas orisinalitas data message
4. Data message dapat memenuhi syarat pembuktian hukum (admissibility and evidential weight)
5. Pengakuan atas dokumentasi dalam data message.

Sumber :              rivaldiligia.wordpress.com

handyleonardoetikabisnis.blogspot.co.id

Minggu, 08 November 2015

Materi SI Geografis NEW dengan Tugas

Klik Download untuk download

Geoprosessing Download
SUB Sistem SIG Download
Analisis Spasial Download
BAB IX ArcView Download

New Tugas
Data Lokasi Dan Penelitian Download
konversi DMS ke DD Download
Tugas Akhir GIS Download

Untuk download via solidfiles klik di Direct download link atau Klik 2x pada tombol download pada halaman redirect solidfiles

Sabtu, 07 November 2015

Materi Kuliah HAKI

Materi kuliah Haki bisa di download disini:
1. Pertemuan 1 download disini
2. Pertemuan 2 download disini
3. Pertemuan 3 download disini
4. Pertemuan 4 download disini
5. Pertemuan 5 download disini
6. Pertemuan 6 download disini
7. Pertemuan 7 download disini
Kisi-Kisi UTS download disini

Tugas Surat Lamaran Kerja


(new)Kisi-Kisi UAS download disini


Kisi-kisi UTS HAKI

KISI-KISI UTS HAKI


1.     Apa manfaat positif bagi pelaku profesi di bidang Tmengambil dan mendapatkan salah satu jenis sertifikasi profesional.
2.     Ada 4 kelompok pekerjaan di bidang Teknologi Informasi. Sebutkan dan jelaskan nama pekerjaan dari masing-masing kelompok tersebut.
3.     Hak-Hak Sosial dan Komputer (menurut Deborah Johnson) ada 4 jenis, sebutkan dan jelaskan masing-masing hak tersebut.
4.     Hak-Hak Atas Informasi (menurut Richard O. Masson) ada 4, sebutkan dan jelaskan masing-masing hak tersebut.
5.     Jelaskan apa perbedaan Etika dan Etiket. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan pelanggaran Etika, jelaskan.
6.     Jelaskan sejarah perkembangan etika komputer sejak awal beserta pelopor (penemu) dan apa saja yang mereka lakukan dalam memajukan etika komputer.
7.     Jelaskan apa saja langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak buruk akibat teknologi informasi.
8.     Jelaskan apa yang dimaksud dengan pekerjaan, profesi, dan profesional. Bagaimanakah sikap seorang profesional?
9.     Jelaskan apa yang dimaksud dengan Pekerjaan dan Profesi. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri dari profesi.
10.  Jelaskan apa yang dimaksud dengan hak cipta, pencipta, ciptaan, dan pemegang hak cipta.
11.  Jelaskan apa saja jenis ciptaan yang dilindungi oleh Undang-Undang.
12.  Jelaskan apa saja penyebab maraknya pelanggaran hak cipta perangkat lunak di Indonesia.
13.  Menurut Abdullah Muhammad (2001) mengklasifikasikan kebutuhan pokok manusia atas 4 hal, sebutkan dan jelaskan masing-masing.
14.  Setujukah Anda bahwa sertifikasi dapat meningkatkan profesionalisme seseorang? Jelaskan pendapat Anda.

15.  Peningkatan profesionalisme dapat dilakukan secara terus-menerus yaitu dengan 5 hal, sebutkan dan jelaskan masing-masing.