Senin, 11 Januari 2016

Dina Br. Tambunan




Assalamualaikum Wr wb..

Di sini saya akan sedikit menceritakan tentang kehidupan yang saya pernah lalui   ,saya lahir di binjai 6 januari 1991 ,saya tinggal daerah sambirejo ,dulu saya pernah tinggal sebelum di Kebun Lada.Saya anak ke empat dari lima bersaudara.Pada waktu masa SMA saya dulu saya sering sekali main bersama anak inang uda saya. Di daerah Aceh yaitu Langsa,di sana anak inang uda saya ada empat orang yang sering main bersama saya anak pertama nya yaitu abang sepupu saya yang bernama dedi tambunan dan kakak sepupu saya yang bernama Rina tambunan,,,,Pada waktu libur sekolah pun datang saya belibur dan bermain kesana kami pergi bermain kelaut di tempat itu ada menjual makan khas yaitu Mie Aceh seedfoot,yang di sediakan tempat nya dekat muara pinggiran laut dan tempat duduk nya di buat pondok diatas pohon rumbia.. dan di situ kalau kita duduk dan makan, terkadang banyak monyek dan burung yang datang untuk minta makanan sama pengunjung… di bawah kami duduk banyak ikan kecil-kecil dan kepiting kecil… dll.. karna tempat di dekat dengan  perairan laut. Di daerah itu juga ada tempat TPI( Tempat Perpajakan Ikan), dan ada pelabuahan untuk orang menyebrang dari kampung sebelah yang bernama Pusong dengan menggunakaan kapal kecil, dan situ juga ada kapal feri polisi yang sering melintas untuk menjaga keamanan setempat.

Setelah selesai kami makan, kami pergi kelaut tempat pelabuhan nya pada waktu ke sana kami hanya berpikir untuk melihat lihat pemandangan aja,,, di situ kami lihat ada berberapa masyarakat  yang dari kampung sebelah turun dari kapal, biasanya orang yang turun itu kadang untuk berbelanja memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,karna ditempat mereka tidak ada orang yang menjual kebutuhan hidup sehari-hari jadi masyarakatnya kebanyakan menyediakan stock untuk kebutuhan mereka. Di situ saya hanya mendengarkan aja cerita sekilas dari abang sepupu saya bermain sama kami pada hari tu. Pada saat kami di situ kami di tawarkan sama  yang mempunyai kapal itu untuk naik kapal dan jalan-jalan bermain di kampung sebelah tu dengan harga Rp. 10000 saja,dan emang ada juga orang yang turun tadi hanya untuk jalan-jalan, kami tergiur mau ikut ,naik kapal tu ternyata ngeri juga karna kalau ada angin dan ombak kapal kecil nya jadi goyang-goyang pada saat tu takut sekali siii,,,,.saya  duduk sambil berpegangan erat sama tiang kapal hehehhehe…. Maklum laaa baru pertama kali naik ,,,,. Dan sesampainya di Pusong atau kampung kecil yang berada di tengah laut,kampung tersebut seperti pulau, daratan nya bukan tanah tapi pasir dan penduduk di situ rumah nya banyak terbuat dari kayu dan seperti rumah panggung, pada waktu sampai sudah jam 6 sore, dan kami berjalan masuk ke kampung tersebut ingin melihat lihat.

Tempat sangat jorok dan mereka sangat kekurangan air bersih saya tidak tahan waktu di situ saya mengajak abang sama kakak sepupu saya untuk pulang mereka pun juga begitu tapi ternyata kami kembali kekapal abang yang punya kapal tsb bilang bahwa kapal nya tu rusak,,,jadi kami harus mencari kapal lain untuk bisa pulang,hari pun  sudah sangat sore sekali dan mulai malam. Di situ kami merasa takut hanya bisa berdoa untuk bisa pulang karna tidak ada jaringan untuk menghubungi inang uda,dan hanya 2 kapal yang keluar masuk di kampung itu, tapi saya heran juga dan iba melihat masyarakat setempat bisa betah dan tahan dalam keadaan yang secukupnya.Dan saya merasa kasihan juga dalam keadaan itu… ,walupun mereka hidup keadaan seperti itu tapi mereka tidak merasa susah ,dan akhir nya kapal satu lagi pun datang kami pulang sudah jam 8 malam perjalan nya pulang karna malam tu bisa sampek 2 jam…. Kami sudah ke takutan di marah sama inang uda,, karana pulang terlalu malaa. Akhir saya sampai di rumah inang uda sudah jam 10 lewat gitu, dan inang uda pun marah  sama kami karna pulang nya telat,,,

ini akhir dari perjalanan liburan yang saya lalui,, dalam keadaan yang saya rasakan pada waktu itu saya merasa bersukur bisa hidup dalam keadaan seperti ini…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar