Assalamualaikum
Wr wb..
Di sini saya akan sedikit
menceritakan tentang kehidupan yang saya pernah lalui ,saya lahir di binjai 6 januari 1991 ,saya
tinggal daerah sambirejo ,dulu saya pernah tinggal sebelum di Kebun Lada.Saya
anak ke empat dari lima bersaudara.Pada waktu masa SMA saya dulu saya sering
sekali main bersama anak inang uda saya. Di daerah Aceh yaitu Langsa,di sana
anak inang uda saya ada empat orang yang sering main bersama saya anak pertama
nya yaitu abang sepupu saya yang bernama dedi tambunan dan kakak sepupu saya
yang bernama Rina tambunan,,,,Pada waktu libur sekolah pun datang saya belibur
dan bermain kesana kami pergi bermain kelaut di tempat itu ada menjual makan
khas yaitu Mie Aceh seedfoot,yang di sediakan tempat nya dekat muara pinggiran
laut dan tempat duduk nya di buat pondok diatas pohon rumbia.. dan di situ
kalau kita duduk dan makan, terkadang banyak monyek dan burung yang datang
untuk minta makanan sama pengunjung… di bawah kami duduk banyak ikan
kecil-kecil dan kepiting kecil… dll.. karna tempat di dekat dengan perairan laut. Di daerah itu juga ada tempat
TPI( Tempat Perpajakan Ikan), dan ada pelabuahan untuk orang menyebrang dari kampung
sebelah yang bernama Pusong dengan
menggunakaan kapal kecil, dan situ juga ada kapal feri polisi yang sering
melintas untuk menjaga keamanan setempat.
Setelah selesai kami makan, kami
pergi kelaut tempat pelabuhan nya pada waktu ke sana kami hanya berpikir untuk
melihat lihat pemandangan aja,,, di situ kami lihat ada berberapa masyarakat yang dari kampung sebelah turun dari kapal,
biasanya orang yang turun itu kadang untuk berbelanja memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari,karna ditempat mereka tidak ada orang yang menjual kebutuhan hidup
sehari-hari jadi masyarakatnya kebanyakan menyediakan stock untuk kebutuhan
mereka. Di situ saya hanya mendengarkan aja cerita sekilas dari abang sepupu
saya bermain sama kami pada hari tu. Pada saat kami di situ kami di tawarkan
sama yang mempunyai kapal itu untuk naik
kapal dan jalan-jalan bermain di kampung sebelah tu dengan harga Rp. 10000 saja,dan
emang ada juga orang yang turun tadi hanya untuk jalan-jalan, kami tergiur mau
ikut ,naik kapal tu ternyata ngeri juga karna kalau ada angin dan ombak kapal
kecil nya jadi goyang-goyang pada saat tu takut sekali siii,,,,.saya duduk sambil berpegangan erat sama tiang
kapal hehehhehe…. Maklum laaa baru pertama kali naik ,,,,. Dan sesampainya di Pusong atau kampung kecil yang berada
di tengah laut,kampung tersebut seperti pulau, daratan nya bukan tanah tapi
pasir dan penduduk di situ rumah nya banyak terbuat dari kayu dan seperti rumah
panggung, pada waktu sampai sudah jam 6 sore, dan kami berjalan masuk ke
kampung tersebut ingin melihat lihat.
Tempat sangat jorok dan mereka
sangat kekurangan air bersih saya tidak tahan waktu di situ saya mengajak abang
sama kakak sepupu saya untuk pulang mereka pun juga begitu tapi ternyata kami
kembali kekapal abang yang punya kapal tsb bilang bahwa kapal nya tu rusak,,,jadi
kami harus mencari kapal lain untuk bisa pulang,hari pun sudah sangat sore sekali dan mulai malam. Di
situ kami merasa takut hanya bisa berdoa untuk bisa pulang karna tidak ada
jaringan untuk menghubungi inang uda,dan hanya 2 kapal yang keluar masuk di
kampung itu, tapi saya heran juga dan iba melihat masyarakat setempat bisa
betah dan tahan dalam keadaan yang secukupnya.Dan saya merasa kasihan juga
dalam keadaan itu… ,walupun mereka hidup keadaan seperti itu tapi mereka tidak
merasa susah ,dan akhir nya kapal satu lagi pun datang kami pulang sudah jam 8
malam perjalan nya pulang karna malam tu bisa sampek 2 jam…. Kami sudah ke
takutan di marah sama inang uda,, karana pulang terlalu malaa. Akhir saya
sampai di rumah inang uda sudah jam 10 lewat gitu, dan inang uda pun marah sama kami karna pulang nya telat,,,
ini
akhir dari perjalanan liburan yang saya lalui,, dalam keadaan yang saya rasakan
pada waktu itu saya merasa bersukur bisa hidup dalam keadaan seperti ini…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar