Senin, 11 Januari 2016

Lisna Zebua



Nama saya Lisna Zebua saya lahir di Lasara idanoi Nias pada 29 oktober 1993.Disini saya akan bercerita tentang perjalanan kehidupan saya .Cerita ini berawal dari saya pertama merantau semenjak Tahun 2013 saya pergi merantau ke Binjai di tempat saudara dan setelah saya tiba di Binjai saya pun mulai mencari pekerjaan dan akhirnya saya pun mulai berkerja di mall Binjai . Setelah saya beberapa bulan saya bekerja, saya pun mendaftar untuk kuliah Di STMIK KAPUTAMA BINJAI dan kekarang saya udah semester lima dengan mengambil jurusan sistem informasi.
Saya merupakan anak pertama dari empat bersaudara dimana saya mempunyai satu adek cowok dan dua adek cewek yang masih sekolah juga.Dan pada bulan septermber Tahun 2015 saya menerima kabar dari kampung bahwa adek saya yang nomor tiga cewek sedang sakit dan pada saat itu saya masih berpikiran bahwa sakitnya itu hanya sakit biasa dan saya tidak begitu khawatir dengan kabar itu,beberapa hari kemudian saya menerima telpon dari oang mama bahwasanya adek saya udah dibawa kerumah sakit .Dan pada saat itu saya mulai khawatir dengan sakit yang adek saya alami ,setelah di rawat beberapa hari kerumah sakit dan akhirnya adek saya pun sebuh dari sakitnya dan setelah saya terima kabar bahwa dia udah pulang dari rumah sakit sayapun menanyakan apa sakitnya dan kata orang mama Dia hanya kecapean dan butuh istrahat yang banyak . saya pun  merasa senang mendengar kabar bahwa adek saya tidak apa-apa dan tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Sejak adek saya beberapa hari keluar dari rumah sakit dan istrahat di rumah,Dia pun mulai pergi sekolah seperti biasa dengan semangatnya kuat selepas sembuh dari sakitnya.Dia pun seperti biasanya dan serasa tidak ada penyakit yang menggorogoti badanya. Dan seminggu setelah Dia aktif pergi sekoalah Dia pun mulai mengalami rasa sakit lagi  dibagian kepala dan kondisinya yang cepat lemah,dan Dia mengalami hal itu sebentar-sebentar saja hingga akhirnya Dia pun tetap tidak menghiraukan sakitnya itu karena cuman sebenter-sebentar saja .Beberapa hari dia mengalami hal itu di sekolah , sehingga Dia sering di antar  pulang oleh gurunya kerumah ketika sakitnya itu tidak bisa Dia tahan lagi.
Setelah kejadian itu orang Tua saya pun mulai merasa kawatir dengan keadaanya yang begitu sehingga Dia pun di bawa lagi keruh sakit . setelah dibawa kerumah sakit umum di Nias, disitu adek saya mulai diperiksa dan memberitahukan apa saja yang Dia alami selama Dia sakit ,pihak rumah sakit pun mulai memeriksa adek saya dengan mengambil darahnya untuk di periksa dilaboratorium . Selama itu dia terus dirawat diumah sakit.Setelah hasil laboratorium keluar maka dokter mefonis adek saya mengidap penyakit Leukimia atau kangker darah.
Semenjak saya mendengar kabar itu saya pun begitu khawatir dan berharap adek saya masih bisa di selamatkan dari sakit yang Dia alaminya.Sejak itu saya pun selalu tanya perkembanganya setelah seminggu lebih Dia sudah dirawat maka tidak ada perkembanganpun untuk bisa di sembuhkan,malah makin hari kondisinya mulai memburuk. Saya pun tak bisa berbuat apa-apa lagi saya hanya bisa berharap semoga Tuhan memberikan kesembuhan untuk Adek saya itu.
Setelah dia seminggu  lebih dirumah sakit ,dokternya pun menyarankan untuk dibawa keMedan untuk melakuan perawatan lebih lanjut karena pihak rumah sakit di Nias tidak sanggup lagi menangganinya.orang Tua saya memberikan kabar lagi bahwa adek saya harus dibawa kerumah sakit Medan .saya pun hanya bisa berkata kalau memang itu yang terbaik tidak apa-apa.Setelah menerima kabar dari rumah sakit bahwa adek saya kecil kemungkinan untuk bisa sembuh maka orang tua saya pun membawanya kembali kerumah untuk bisa siap-siap untuk di berangkatkan ke Medan.Namun setelah dikasitau kepada adek saya bahwasanya dia akan segera dibawa ke Medan untuk berobat maka dengan tegas dia mengatakan kalau dia tidak mau pergi berobat ke Medan, orang tua saya pun tidak menyerah untuk membujuk dia supaya mau berobat ke Medan namun tetap juga tidak mau Dia di bawa ke medan sampai beberapa hari setelah keluar dari rumah sakit kondisinya pun semakin memburuk dan dia pun tidak mau lagi untuk di obati .sehingga pada awal bulan oktober setah sebulan lamanya dia mengalami rasa sakit maka tepat tgl  5 oktober dia pun udah mulai minta orang tua saya untuk merelakanya pergi.aku pun di telpon dan kami masih ngombrol dan saya selalu memberikan dia semangat untuk bisa tetap kuat untuk melawan penyakitnya itu walaupun hanya lewat telponan.
Besoknya kami aku menanyakan lagi bagai mana kondisi adek saya ,namaun apa yang saya dengar mengenai adek saya bahwa adek saya tinggal menunggu waktunya saja.saya pun mendengar hal itu sangat terkejut karena penyakitnya itu tidak lama.Namun menurut pemeriksaan Dokter waktu di rumah sakit itu mengatakan bahwa adek saya mengalami sakit itu sejak dia masih SD ,namun baru ketahaun setelah dia udah kelas 1 SMA.Itulah yang membuat saya dan orang tua saya begitu terpukul ,kenapa kami baru tau setelah sekian lama penyakit itu menggorogoti tubuhnya,namaun apapun yang terjadi semuanya telah terlamat .Dan inilah kenyataan yang harus kami terima .
Mualai saat saya mendengar hal itu saya pun akhirnya berencana untuk pulang kampung besoknya supaya saya bisa berjumpa dengan adek saya itu. Tapi apa yang terjadi paginya juga saya ditelpon lagi bahwasanya adek saya tidak ada harapan lagi,saya pun dari situ dah mulai nangis dan tak tau apa yang harus aku lakukan ,tapi ketika Dia dengar bahwa saya yang ditelpon dia pun dengan kuatnya meminta untuk dikasi sama Dia telponya dan akhirnya disaat-saat terakhirnya itu kamin telponan ,dan dengan terkejutnya aku mendengar suaranya yng begitu kuat seakan Dia tidak sakit ketika Dia ngmbrol sama saya.Dan  ketika kami ngombrol saat itu Dia meminta saya untuk pulang hari itu juga katanya ”kak cepat pulang ,aku akan menunggu kakak” mendengar perkataanya itu saya langsung nangis sesedih-sedihnya,dan tak tau apa maksud dari perkataanya itu dan akhirnya saya pun menjawab dengan singkat”Ia” namaun setelah itu Dia meminta saya untuk mendoakanya dan saya pun menoakan Dia,setlah saya berdoakan Dia sayapun menutup telponya dan segera mencari tiket pesawat yang mau berangkat hari itu juga.
Namaun apa yang terjadi tiketnya untuk hari itu tidak ada ,adanya untuk tiket besoknya saya pun tidak mikir lagi saya pesan untuk tiket besok pagi. Setelah saya dapat tiketnya sayapun balik kerumah dan bersiap-siap untuk keberangkatan besoknya.tak lama setelah nyampe rumah saya pas jam 10 pagi saya di telpon lagi oleh keluarga saya yang di kampung bahwa Adek saya telah pergi untuk selama-lamanya,disitu saya terjatuh dan tak bisa bilang apa-apa lagi saya hanya bisa menangis dan menagis seakan saya tidak percaya dengan semua yang telah di beritahukan pada saya karena paginya tadi kami habis telponan.Keluarga saya yang disini berusaha menenangkan hati saya .dan singkat cerita besoknya paginya saya diantar ke Bandara Kuala Namu.Dan setelah saya sampai di bandara saya segera chenk in tapi apa yang terjadi pengurus bandara bilang bahwa pesawat yang berangkat pagi itu di delete karena cuaca tidak mendukung.saya pun menunggu sampai sore di bandara dalam hati siapa tau nanti cuacanya bisa berubah.
Setelah saya nunggu di bandara orang Tua saya terus telpon dan tanya kapan bisa nyampenya dan saya pun menjawab nanti sore tanpa memberitahukan kondisi cuacanya supaya orang tua saya tidak khawatir dengan keadaanku. Setelah jam 3 sore saya menunggu akhirnya no pesawat kami disebut dan sebentar lagi akan berangkat.saya pun mulai semangat lagi ,dan tak lama kemudian kami pun disuruh untuk naik kepesawat jam 4 dan singkat cerita kami pun mulai terbang selama 1 jam penerbangan dan apa yang terjadi setelah kami sampai di Bandara Nias pesawat kami tadi tidak bisa turun karena kabut yang begitu tebal sehingga landasanya tidak nampak.kami pun di kasitau  sama pramugarinya bahwa pesawat kami tidak bisa turun karena kabut asam yang begitu tebal.mulai lagi hati saya begitu takut ditambah lagi pesawat kami mulai goyang-goyang dan semua penumpang pesawat itu pun mulai berteriak-teriak dan disitu saya diam saja dan menangis.setelah beberapa menit kemudian pramugarinya memberitahukan bahwa pesawat kami balik lagi ke bandara kuala namu Medan ,setelah saya mendengar pengumuman itu hati saya mulai gelisa karena harus balik lagi kemedan dan kapan saya bisa sampai ke Nias.
Setelah kami balik lagi ke Medan petugas bandar mengatakan bahwa besok baru bisa di berangkatkan lagi kalau cuaca mendukung, saya langsu telpon lagi ke kampung bahawasanya saya tidak bisa sampai hari itu juga karena cuaca yang tidak memungkinkan.dari situ orang tua saya pun mulai mengkhawatirkan saya dan mereka bilang tidak usah pulang,tapi saya bilang sama mereka kalau saya harus tetap pulang bagaimanapun caranya saya akan usahakan.
Kemudian setelah saya telponan sayapun berencana tidak mau naik pesawat lagi dan akhirnya saya memutuskan untuk naik kapal saja,kemudian saya cari travel untuk bisa sampai ke pelabuhan Sibolga dan akhirnya pada sore itu juga saya naik travel dan sampai sibolga jam 5 pagi dan saya harus menunggu lagi satu hari di sibolga dan malamnya baru saya naik kapal ke Nias dan besok paginya saya pun sampai di Nias .dan akhirnya saya melihat adek saya tidak bernafas lagi dan hanya terbaring di dalam peti dengan pakain putih,setelah beberapa hari dalam peti hanya untuk menunggu saya.
Itulah cerita sedih saya dan resiko yang saya hadapi ketika jauh dari keluarga dan orang tua ,karena apaun yang terjadi di keluarga kita selagi kita dalam perantauan ,kita hanya bisa mendengar tanpa bisa berbuat apa-apa terhadap meraka dan bahkan permintaan terakhir mereka susah untuk kita wujudkan karena jarak yang telah memisahkan kita antara mereka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar