Nama saya Lisna Zebua saya lahir di
Lasara idanoi Nias pada 29 oktober 1993.Disini saya akan bercerita tentang
perjalanan kehidupan saya .Cerita ini berawal dari saya pertama merantau
semenjak Tahun 2013 saya pergi merantau ke Binjai di tempat saudara dan setelah
saya tiba di Binjai saya pun mulai mencari pekerjaan dan akhirnya saya pun mulai
berkerja di mall Binjai . Setelah saya beberapa bulan saya bekerja, saya pun
mendaftar untuk kuliah Di STMIK KAPUTAMA BINJAI dan kekarang saya udah semester
lima dengan mengambil jurusan sistem informasi.
Saya merupakan anak pertama dari empat
bersaudara dimana saya mempunyai satu adek cowok dan dua adek cewek yang masih
sekolah juga.Dan pada bulan septermber Tahun 2015 saya menerima kabar dari
kampung bahwa adek saya yang nomor tiga cewek sedang sakit dan pada saat itu
saya masih berpikiran bahwa sakitnya itu hanya sakit biasa dan saya tidak
begitu khawatir dengan kabar itu,beberapa hari kemudian saya menerima telpon
dari oang mama bahwasanya adek saya udah dibawa kerumah sakit .Dan pada saat
itu saya mulai khawatir dengan sakit yang adek saya alami ,setelah di rawat
beberapa hari kerumah sakit dan akhirnya adek saya pun sebuh dari sakitnya dan
setelah saya terima kabar bahwa dia udah pulang dari rumah sakit sayapun menanyakan
apa sakitnya dan kata orang mama Dia hanya kecapean dan butuh istrahat yang
banyak . saya pun merasa senang
mendengar kabar bahwa adek saya tidak apa-apa dan tidak ada yang perlu di
khawatirkan.
Sejak adek saya beberapa hari keluar
dari rumah sakit dan istrahat di rumah,Dia pun mulai pergi sekolah seperti
biasa dengan semangatnya kuat selepas sembuh dari sakitnya.Dia pun seperti
biasanya dan serasa tidak ada penyakit yang menggorogoti badanya. Dan seminggu
setelah Dia aktif pergi sekoalah Dia pun mulai mengalami rasa sakit lagi dibagian kepala dan kondisinya yang cepat
lemah,dan Dia mengalami hal itu sebentar-sebentar saja hingga akhirnya Dia pun
tetap tidak menghiraukan sakitnya itu karena cuman sebenter-sebentar saja
.Beberapa hari dia mengalami hal itu di sekolah , sehingga Dia sering di
antar pulang oleh gurunya kerumah ketika
sakitnya itu tidak bisa Dia tahan lagi.
Setelah kejadian itu orang Tua saya pun
mulai merasa kawatir dengan keadaanya yang begitu sehingga Dia pun di bawa lagi
keruh sakit . setelah dibawa kerumah sakit umum di Nias, disitu adek saya mulai
diperiksa dan memberitahukan apa saja yang Dia alami selama Dia sakit ,pihak
rumah sakit pun mulai memeriksa adek saya dengan mengambil darahnya untuk di
periksa dilaboratorium . Selama itu dia terus dirawat diumah sakit.Setelah
hasil laboratorium keluar maka dokter mefonis adek saya mengidap penyakit
Leukimia atau kangker darah.
Semenjak saya mendengar kabar itu saya
pun begitu khawatir dan berharap adek saya masih bisa di selamatkan dari sakit
yang Dia alaminya.Sejak itu saya pun selalu tanya perkembanganya setelah
seminggu lebih Dia sudah dirawat maka tidak ada perkembanganpun untuk bisa di
sembuhkan,malah makin hari kondisinya mulai memburuk. Saya pun tak bisa berbuat
apa-apa lagi saya hanya bisa berharap semoga Tuhan memberikan kesembuhan untuk
Adek saya itu.
Setelah dia seminggu lebih dirumah sakit ,dokternya pun menyarankan
untuk dibawa keMedan untuk melakuan perawatan lebih lanjut karena pihak rumah
sakit di Nias tidak sanggup lagi menangganinya.orang Tua saya memberikan kabar
lagi bahwa adek saya harus dibawa kerumah sakit Medan .saya pun hanya bisa
berkata kalau memang itu yang terbaik tidak apa-apa.Setelah menerima kabar dari
rumah sakit bahwa adek saya kecil kemungkinan untuk bisa sembuh maka orang tua
saya pun membawanya kembali kerumah untuk bisa siap-siap untuk di berangkatkan
ke Medan.Namun setelah dikasitau kepada adek saya bahwasanya dia akan segera
dibawa ke Medan untuk berobat maka dengan tegas dia mengatakan kalau dia tidak
mau pergi berobat ke Medan, orang tua saya pun tidak menyerah untuk membujuk
dia supaya mau berobat ke Medan namun tetap juga tidak mau Dia di bawa ke medan
sampai beberapa hari setelah keluar dari rumah sakit kondisinya pun semakin
memburuk dan dia pun tidak mau lagi untuk di obati .sehingga pada awal bulan
oktober setah sebulan lamanya dia mengalami rasa sakit maka tepat tgl 5 oktober dia pun udah mulai minta orang tua
saya untuk merelakanya pergi.aku pun di telpon dan kami masih ngombrol dan saya
selalu memberikan dia semangat untuk bisa tetap kuat untuk melawan penyakitnya
itu walaupun hanya lewat telponan.
Besoknya kami aku menanyakan lagi bagai
mana kondisi adek saya ,namaun apa yang saya dengar mengenai adek saya bahwa
adek saya tinggal menunggu waktunya saja.saya pun mendengar hal itu sangat
terkejut karena penyakitnya itu tidak lama.Namun menurut pemeriksaan Dokter
waktu di rumah sakit itu mengatakan bahwa adek saya mengalami sakit itu sejak
dia masih SD ,namun baru ketahaun setelah dia udah kelas 1 SMA.Itulah yang
membuat saya dan orang tua saya begitu terpukul ,kenapa kami baru tau setelah
sekian lama penyakit itu menggorogoti tubuhnya,namaun apapun yang terjadi
semuanya telah terlamat .Dan inilah kenyataan yang harus kami terima .
Mualai saat saya mendengar hal itu saya
pun akhirnya berencana untuk pulang kampung besoknya supaya saya bisa berjumpa
dengan adek saya itu. Tapi apa yang terjadi paginya juga saya ditelpon lagi
bahwasanya adek saya tidak ada harapan lagi,saya pun dari situ dah mulai nangis
dan tak tau apa yang harus aku lakukan ,tapi ketika Dia dengar bahwa saya yang
ditelpon dia pun dengan kuatnya meminta untuk dikasi sama Dia telponya dan
akhirnya disaat-saat terakhirnya itu kamin telponan ,dan dengan terkejutnya aku
mendengar suaranya yng begitu kuat seakan Dia tidak sakit ketika Dia ngmbrol
sama saya.Dan ketika kami ngombrol saat
itu Dia meminta saya untuk pulang hari itu juga katanya ”kak cepat pulang ,aku
akan menunggu kakak” mendengar perkataanya itu saya langsung nangis sesedih-sedihnya,dan
tak tau apa maksud dari perkataanya itu dan akhirnya saya pun menjawab dengan
singkat”Ia” namaun setelah itu Dia meminta saya untuk mendoakanya dan saya pun
menoakan Dia,setlah saya berdoakan Dia sayapun menutup telponya dan segera
mencari tiket pesawat yang mau berangkat hari itu juga.
Namaun apa yang terjadi tiketnya untuk
hari itu tidak ada ,adanya untuk tiket besoknya saya pun tidak mikir lagi saya
pesan untuk tiket besok pagi. Setelah saya dapat tiketnya sayapun balik kerumah
dan bersiap-siap untuk keberangkatan besoknya.tak lama setelah nyampe rumah
saya pas jam 10 pagi saya di telpon lagi oleh keluarga saya yang di kampung
bahwa Adek saya telah pergi untuk selama-lamanya,disitu saya terjatuh dan tak
bisa bilang apa-apa lagi saya hanya bisa menangis dan menagis seakan saya tidak
percaya dengan semua yang telah di beritahukan pada saya karena paginya tadi
kami habis telponan.Keluarga saya yang disini berusaha menenangkan hati saya
.dan singkat cerita besoknya paginya saya diantar ke Bandara Kuala Namu.Dan
setelah saya sampai di bandara saya segera chenk in tapi apa yang terjadi
pengurus bandara bilang bahwa pesawat yang berangkat pagi itu di delete karena
cuaca tidak mendukung.saya pun menunggu sampai sore di bandara dalam hati siapa
tau nanti cuacanya bisa berubah.
Setelah saya nunggu di bandara orang Tua
saya terus telpon dan tanya kapan bisa nyampenya dan saya pun menjawab nanti
sore tanpa memberitahukan kondisi cuacanya supaya orang tua saya tidak khawatir
dengan keadaanku. Setelah jam 3 sore saya menunggu akhirnya no pesawat kami
disebut dan sebentar lagi akan berangkat.saya pun mulai semangat lagi ,dan tak
lama kemudian kami pun disuruh untuk naik kepesawat jam 4 dan singkat cerita
kami pun mulai terbang selama 1 jam penerbangan dan apa yang terjadi setelah
kami sampai di Bandara Nias pesawat kami tadi tidak bisa turun karena kabut
yang begitu tebal sehingga landasanya tidak nampak.kami pun di kasitau sama pramugarinya bahwa pesawat kami tidak
bisa turun karena kabut asam yang begitu tebal.mulai lagi hati saya begitu
takut ditambah lagi pesawat kami mulai goyang-goyang dan semua penumpang
pesawat itu pun mulai berteriak-teriak dan disitu saya diam saja dan
menangis.setelah beberapa menit kemudian pramugarinya memberitahukan bahwa pesawat
kami balik lagi ke bandara kuala namu Medan ,setelah saya mendengar pengumuman
itu hati saya mulai gelisa karena harus balik lagi kemedan dan kapan saya bisa
sampai ke Nias.
Setelah kami balik lagi ke Medan petugas
bandar mengatakan bahwa besok baru bisa di berangkatkan lagi kalau cuaca
mendukung, saya langsu telpon lagi ke kampung bahawasanya saya tidak bisa
sampai hari itu juga karena cuaca yang tidak memungkinkan.dari situ orang tua
saya pun mulai mengkhawatirkan saya dan mereka bilang tidak usah pulang,tapi
saya bilang sama mereka kalau saya harus tetap pulang bagaimanapun caranya saya
akan usahakan.
Kemudian setelah saya telponan sayapun
berencana tidak mau naik pesawat lagi dan akhirnya saya memutuskan untuk naik
kapal saja,kemudian saya cari travel untuk bisa sampai ke pelabuhan Sibolga dan
akhirnya pada sore itu juga saya naik travel dan sampai sibolga jam 5 pagi dan
saya harus menunggu lagi satu hari di sibolga dan malamnya baru saya naik kapal
ke Nias dan besok paginya saya pun sampai di Nias .dan akhirnya saya melihat
adek saya tidak bernafas lagi dan hanya terbaring di dalam peti dengan pakain
putih,setelah beberapa hari dalam peti hanya untuk menunggu saya.
Itulah cerita sedih saya dan resiko yang
saya hadapi ketika jauh dari keluarga dan orang tua ,karena apaun yang terjadi
di keluarga kita selagi kita dalam perantauan ,kita hanya bisa mendengar tanpa
bisa berbuat apa-apa terhadap meraka dan bahkan permintaan terakhir mereka
susah untuk kita wujudkan karena jarak yang telah memisahkan kita antara
mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar