Hello nama aku Maulidini biasa dipanggil dini, aku lahir dan besar di Kota Binjai, aku sangat hobi menulis jurnal sehari-hari sebenarnya, tapi begitu menulis adalah menjadi sebuah keharusan sebagai tugas akhir matakuliah bahasa indonesia di kelasku aku menjadi sulit memulainya dari mana, maka dari itu aku mencoba untuk menulis perjalanan hidupku dengan ikhlas dan mengalir saja apa adanya. Aku mulai dari keluargaku, aku anak paling kecil dari 5 bersaudara 2 abang dan 2 kakakku yang saat ini sudah menyelesaikan studinya lalu menikah walaupun kakakku yang paling besar tidak sempat menikah karna sudah kembali ke pangkuan Yang Maha Kuasa karena kakak saya yang telah menyelesaikan pendidikannya di Unimed dan berkarir di stasiun tv swasta di luar kota itu pun jatuh sakit beliau mengidap penyakit yang langka yaitu, lupus penyakit yang sistem kekebalan tubuhnya menyerang tubuhnya sendiri dan tidak bisa terkena matahari sama sekali, bertahun-tahun penyakitnya merupakan cobaan bagi keluargaku, aku melalui hari-hari yang berat karna perhatian kedua orang tuaku padaku berkurang, aku saat itu masih sangat labil dan egois aku tidak memahami kakakku yang aku sayangi itu sakit parah dan menyita perhatian orang tuaku, aku merasa sangat sedih orang tua ku absen dalam pengambilan raporku disekolah dulu dari aku masih SMP, aku bersekolah disekolah khusus dengan jurusan tataboga di SMP Negeri 7 Binjai setelah lulus dari SD Negeri 023895 Binjai.
Saat aku duduk dibangku SMP aku sering tidak masuk sekolah karena kegiatan menari dan aku juga terlalu banyak bermain-main, tetapi ketika aku lulus SMP dan telat daftar masuk sekolah karena terlalu lama liburan di Aceh, aku jadi di sekolahkan di SMK swasta Putra Anda Binjai dengan jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan) pada awalnya aku sedih karna harus bersekolah di sekolah swasta, aku merasa orang tuaku tidak memperhatikan pendidikanku dengan baik seperti anak-anaknya yang lain aku jauh dari teman-temanku bahkan aku sempat tidak memberitahukan kepada teman-temanku bahwa aku bersekolah di swasta dan teknik pula lagi, kebetulan sekolahku searah dengan sekolah SMA Negeri 1 Binjai aku bertemu dengan teman-temanku, dan temanku yang lain juga ada yang mengetahui aku bersekolah di situ melalui brosur yang dibagikan ke sekolah-sekolah tingkat SMP karna terdapat photoku didalamnya, baiklah aku pikir ini adalah yang terbaik untukku pasti ada hikmahnya, aku tidak boleh merasa malu sekolah disana toh sekolahku fasilitasnya lengkap dan pembelajarannya juga bagus bahkan guru-gurunya sangat baik dalam mentransferkan ilmunya kepada murid-muridnya. Oh iya aku juga telah mengikuti ospek dan aku terpilih menjadi peserta terbaik dan memulai bertekat untuk dapat berprestasi untuk menarik perhatian kedua orang tuaku, ternyata berturut-turut aku mendapat juara kelas dan yang menyedihkannya hal itu tidak ada apa-apanya dimata orang tuaku. aku pun menyadari sainganku tidak begitu berat disekolah itu dalam hal prestasi. Aku marah aku marah sekali hingga membuang semua trophiku. Hingga aku menulis begitu banyak perasaanku pada buku harianku aku menyadari dan dapat dewasa melewati ini semua, aku mulai menyadari perasaanku itu salah.
Aku mulai memperbaiki diriku dengan merawat kakakku menemaninya bolak balik kerumah sakit lalu mendengarkan semua nasihatnya untuk cepat pulang sekolah, menabung, rajin belajar dan sholat 5 waktu. sampai akhirnya di akhir semester aku SMK kakakku tersayang itu pergi untuk selamanya, Aku merasa hampa sekali aku sedih sesedih sedihnya setelah kehilangannya.
Setelah aku tamat sekolah aku tidak meneruskan pendidikan kuliahku, aku hanya mengurung diriku dirumah meratapi kesedihan kepergian kakakku itu. Hingga aku mengikuti pelatihan kursus kecantikkan untuk remaja di Asrama Nusa Putra di Tanjung Morawa, jadi itu adalah program dari pemerintah melalui Dinsosnaker Sumatera Utara yang berpusat di Tanjung Morawa untuk memberikan bimbingan sosial dan keterampilan bekerja kepada anak remaja Se-Sumatera Utara selama 6 (enam) bulan dengan peraturan tidak boleh keluar dari asrama dan menggunakan telepon genggam di hari senin s/d jumat. semua kehidupanku sangat terjadwal disana, awalnya aku tidak menyukai tempat itu aku tidak bisa menggunakan handphone, aku juga bermasalah dengan teman dari Kota Siantar yang sekamar denganku karna dia tersinggung padahal aku dengannya merasa akan cocok , kemudian kami berteman kembali tapi ternyata dia memutuskan untuk kembali pulang ke Kotanya, aku akhirnya mencoba tidak memilih-milih teman mencoba menyesuaikan diri dengan menjaga perasaan teman-teman dan mengerti juga satu sama lain dari semua teman orang yang ada di ruang lingkup asrama ini khususnya temanku di dalam wisma ini sebanyak 8 orang yang berasal dari latar belakang keluarga adat istiadat dan pendidikan yang berbeda-beda, yang dalam 2 minggu tinggal 6 orang saja karna pulang mengundurkan diri tidak tahan dengan semua peraturan yang ada dan jauh dari orangtua, aku merasa sepi menonton tv dengan teman-temanku lalu aku tidur dikamar setiap malam sendiri tanpa handphone aku bersahabat dengan buku harian lagi, selama diasrama aku menulis kejadian apa-apa saja yang aku lewatin dan semua kegiatanku aku merekam 6 bulanku di dalam catatan aku tidak mau pengalamanku ini lewat begitu saja dan aku juga akhirnya membaca buku Lahtazan yang ku bawa dari rumah yang tebal itu hingga habis aku juga sering meminjam buku diperpus dengan temanku, hingga akhirnya aku mendapatkan teman baru dan sekamar denganku jurusan bordir.
Dan hari demi hari aku disana aku mulai menyadari bahwa pada dasarnya kita memang hidup sendiri, belajar untuk mandiri belajar untuk tidak memilih-milih makanan yang sebenarnya dirumah aku sangat pemilih makanan bahkan bisa tidak mau makan karna aku tidak suka makanan itu, aku belajar menghargai mensyukuri setiap waktu dan kesempatan yang Allah SWT berikan nikmat atas masih adanya orang tua yang memberikan kebutuhan hidup untukku sampai saat ini karna saat diasrama aku tak bisa menahan rasa rindu hingga air mata pun sering berjatuhan disaat aku merasa takut dan merasa betapa nyamannya berada dirumah bersama orangtua, aku mengalami banyak mengalami masalah disana sehingga begitu dekat dengan Allah SWT sebagai tempatku mengadu berkeluh kesah dan aku beruntung orang asing yang berasal dari Lubuk Pakam, Medan, Balige, Batu Bara, Nias, Siborng Borong yang tinggal bersamaku di wisma yang kami tempati itu menjadi temanku, sahabatku sekaligus keluargaku selama disini, walaupun kami sebenernya sering cekcok banyak hal didalam rumah tapi begitulah kami akan berbaikkan lagi, perbedaan agama, status sosial, dan kebiasaan-kebiasaan masing-masing yang kadang sulit diterima oleh orang lain menjadi pemicu konflik tapi ketika bulan puasa mereka yang menganut agama lain sangat menghormati ibadah yang aku jalani. aku harus bertenggang rasa disini dan banyak - banyak berpositif thinking sajalah memaklumi semua yang mungkin mereka tidak ketahui yang aku tidak sukai. Tapi jujur saja tempat itu memberikan banyak sekali pelajaran untukku dan teman-teman disetiap Kabupaten maupun Kota di Provinsi ini aku punya teman dari asrama yang sampai saat ini aku masih tetap bisa berkomunikasi dengan mereka melalui facebook yang aku buatkan dan ajarkan untuk mereka yang belum memilikinya waktu itu.
Hingga akhirnya aku berangkat Pkl di sebuah salon khusus wanita di Safa salon di Medan, aku berdua dengan temanku peraktek kerja disalon dan tinggal di keluarga ibu itu pekerjanya banyak dan ramah-ramah keluarganya juga baik, aku berusaha menjadi sebaik-baiknya orang yang menumpang makan tidur dan peraktek di salonnya selama 1 bulan lamanya, disana aku akrab dan dekat dengan 2 orang kakak-kakak karyawannya yang baik dan dengan anaknya yang paling kecil yaya aku memangilnya aku tidur bersamanya dikamarnya aku nyaman sekali dengan mereka, aku membayangkan dirinya adalah aku dirumah yang manja sekali karna memang masih kecil, aku merasakan susahnya cari duit sendiri melalui peraktek disini dan jauh dari orang tua sekali lagi sangatlah sulit, memang sebelumnya sewaktu aku duduk di SMK aku sempat magang di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai di dekat rumahku selama 3 bulan tapi karana masih dekat dengan orang tua terasa biasa saja menjalani rutinitas magang membantu pekerjaan karyawan di kantor itu sampai aku pernah bercita-cita ingin bekerja disitu sebagai pegawainya, hanya memang pendidikan dan testing untuk dapat lolos bekerja disini sangat sulit.
Mengenai Kelas Bimbingan Kepribadian juga selaras dengan masalah-masalah kehidupanku dan keterampilan yang kudapatkan juga bermanfaat untukku dan orang lain sampai sekarang. Aku semakin pandai merias dan dapat membantu Ibuku merias pengantin, meskipun aku tidak begitu sering membantu seperti kakaku yang nomor 4 yang akan meneruskan usaha Ibuku itu.
Setelah tamat dari sekolah keterampilan itu aku melanjutkan kuliah di kampus swasta yang berada di binjai yaitu STMIK KAPUTAMA aku memilih masuk kelas sore dengan tujuan agar dapat bekerja juga. Aku mencoba mendapatkan beasiswa pada semester pertama aku sangat konsen untuk itu hingga banyak menolak pekerjaan yang rasanya berat dilakukan sambil kuliah, karna kalau aku bekerja aku bisa saja tidak bisa mengerjakan tugas kuliah demi mendapatkan IPK yang baik untuk bisa mendaftar jadi calon penerima beasiswa. Akan tetapi keberuntungan belum berpihak padaku, aku tidak berhasil mendapatkan beasiswa. Jadi sejak itu aku sangat rajin menanyai teman-temanku yang sudah bekerja, akhirnya aku mendapatkannya dari teman yang aku kenal di Masa Orientasi Mahasiswa, aku selalu berkata “kalau ada lowongan kasih akulah kak” padanya dan Alhamdulillah akhirnya Ketua tempat kak Puput bekerja memintaku untuk hadir dikantornya dengan modal bisa menguasai komputer mengerjakan pekerjaan kantoran, kebetulan posisi staf di sekretariat dikantor ada kosong semenjak temanku juga yang sama waktu mos bersama telah mengundurkan diri dan berhenti kuliah karna bekerja di Medan.
Aku bekerja di Kantor KONI singkatan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia, walaupun tidak dapat selamanya bekerja disini tapi aku berpositif thingking kalau ini akan menjadi batu loncatan yang baik untukku. Hingga aku bersahabat baik dengan rekan kerjaku dan mendapatkan pacar seorang atlet bola voli namanya Anta sudah hampir 2 tahun kami berpacaran di setujui oleh orang-orang disekitar kami kecuali restu orang tua saja karna saat ini kami masih memiliki keyakinan yang berbeda. Merekalah yang membuatku semangat bekerja dan bertahan disaat aku merasa jenuh dan tidak tahan dengan omelan Ketua jika pekerjaanku tidak baik, aku bersyukur sekarang ini aku telah duduk di semester 5 akhir dengan nilai yang tidak jelek dan pekerjaanku tetap lancar. Sebenarnya ini melelahkan bekerja sambil kuliah pagi harus bekerja sampai sore lalu lanjut kuliah, konsentrasi belajar tidak begitu baik saat lelah. Tapi demi cita-cita saya harus menjalaninya dengan penuh semangat. Semua pengalaman yang aku lewati atau pun kisah dari orang lain disekitar kita bisa menjadi sebuah pelajaran berharga untuk aku menatap kedepan, aku pasti akan terus melewati banyak hal untuk terus menjadi orang yang lebih baik lagi. Sekian sampai disini kisah perjalanan hidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar