Nama saya siti rahmayani
br tarigan , saya lahir di dusun B.desa 17 februari 1995,saya tinggal di
Jln.pawang ternalem no.24 Dusun B.desa,
Desa Tj.Merahe kec.selesai kab.langkat.
Pada saat saya masih
duduk di bangku SD saya sudah membantu kedua orang tua saya mencari uang ,kami harus mengumpulkan uang yang banyak untuk membayar hutang-hutang ayah karna berjudi .untuk sementara waktu ayah berubah dan tidak
berjudi lagi ,tapi itu hanya beberapa
waktu saja setelah itu ayah kembali mengulanginya lagi dengan hutang
yang lebih besar lagi sampai menggadaikan bpkp sepeda motor secara
diam-diam dan banyak hutang pada rentenir ,saat itu kehidupan keluargaku benar-benar hancur tapi kami tetap berusaha
untuk bersatu ,dan apa mau dikata semua
sudah terjadi waktu juga tidak bisa di
putar kembali .Mau tidak mau ibuku menerima semua kenyataan yang menyakitkan
itu dan bersama-sama membayar hutang ayah saya sedikit demi sedikit .Untunglah ayah saya berubah dan mau bekerja keras siang dan malam
untuk membayar hutangnya yang puluhan juta ,ibu saya bilang ”kalau hanya satu
atau dua juta msih bisa di tanggulangi tpi ini puluhan juta,ya udah ni kita jual aja dulu perhiasan kalian ya! nanti
kalau udah ada uang bakalan diganti” ,saat itu aku hanya bisa terdiam dan tidak bisa menolak dan
aku mengatakan iya , tapi dalam hatiku sangat sedih tapi aku ikhlas.Setiap hari
ayah bekerja siang dan malam, apapun dia kerjakan yang penting halal Mulai dari
muat bongkar spsi,muat pupuk,tempel ban ,mendodos sawit di tanjung keriahan sampai menyewakan ban di
pante sb.
Saya pun ikut
membantu meringankan beban orang tua ku dengan membantu ibu mencari sayuran
pakis,mencari sapu,memipil jagung, mencari berondolan sawit untuk dijual dan setiap hari libur /tanggal merah aku ikut
membantu ayah menyewakan ban di sb ,kami pergi pagi untuk memompa ban yang akan di sewakan dan
menyebrangkannya dengan kondisi arus air yang deras ,kalau tidak hati-hati akan hanyut ,sebelum pergi say selalu mengingat pesan ibuku untuk berdoa
sebelum menyebrang ” ya a llah dekatkanlah
rezeki kami jauhkanlah kami dari marabahaya”.
Pakaian yang kami gunakan pun sampai kering di badan, panasnya terik matahari
tak mematahkan semangad saya ,yang saya takutkan adalah ketika hujan mulai turun tapi
ban kami belum selesai di sewa aku takut kalau tba-tiba terjadi banjir ,belum
lagi kalau ada orang hanyut yang
menngunakan ban yang kami sewakan ayah harus cepat-cepat menolongnya karna kalau sampai orangnya cedera
kami yang dikenai denda ,disitu hati
saya was-was saya takut ayah yang hanyut ,saya juga takut ayah tidak bisa bisa menyelamtkan
orang yang hanyut. Sore harinya saat
semua ban yang di sewa sudah di kembalikan kami pun mengikatnya dan membawanya
lagi ke sebrang dan mengangkatnya
nya ke dataran yang lebih tinggi serta mengikatnya agar tidak hanyut ketika terjadi
banjir, setelah itu semua selesai ternyata hari sudah malam.dan kami pun pulang
,sampai di rumah uang hasil menyewakan ban yang aku dapatkan di bagi dua oleh
ibu saya sebagian untuk tambah-tambah
bayar hutang dan sebagian lagi untuk keperluan sekolah saya dan adik-adik saya .Bisa dikatakan saya tamat SD ,SMP dan masuk
SMk dari hasil menyewakan ban ,mencari pakis,mencari sapu dan sebagainya ,saya
berusaha sebisa mungkin untuk tidak minta sama orang tua ,terkadang ada juga
rasa iri pada teman-teman saya yang lain yang kalau hari libur selalu pergi jalan-jalan ,meminta dan menghabiskan uang
orang tuanya dengan mudah ,tapi rasa iri itu hilang kana orang tua aya
mengajarkan saya untuk tetang kebahagian itu bukan semata-mata karna materi, yang penting saya bisa bantu orang tua ku dan adik-adiku,saudaraku
,teman-temanku dan orang lain yang bisa di bantu ,melihat orang tersenyum adalah
kebahagiaan yang tak bisa di beli dengan uang.
Apapun saya kerjakan yang penting
halal dan tidak mengganggu sekolah ,dan uang nya bisa digunakan untuk membantu meringankan
beban orang saya.Setelah bertahun-tahun Untunglah sekarang semua htang itu sudah
terbayarsemua masalah kalau di hadapi bersama akan terasa mudah dan nikmat..
Pada
saat sebelum semua hutang terbayar ibu sangat hemat hampir setiap hari lauk kmi untuk sarapan adalah terasi,ikan asin
atau udang kecepe bahkan tak jarang siang pun kami makan pakai itu .sore
harinya terkadang sayur daun ubi,bayam hutan,keladi,ubi,kangkung,gencer,pakis, atau
sayuran yang ada di sekitar rumah dan terkadang juga kalau ayah kerja di tanjung keriahan dia pulang
membawa jantung pisang ,labu,dan daun ubi yang dimintanya dari pemilik kebun
sawit. Satu hal yang tidak akan pernah saya lupakan saat istri dari paman saya berkata
pada ibu saya “buat apa hemat-hemat buat makan ,tahan kali tiap hari sayurnya
batang keladi , goreng ikan asin,inilah baru enak buat makan sambil memamerkan
daging ayam kepada ibuku ,kami hanya bisa banyak-banyak istigfhar dan terus
berdoa agar semuanya cepat berlalu, sampai
saat ini kata-kata itu tidak pernah hilang dari pikiran ku ,aku tidak habis
pikir kenapa saudara malah menghina bukannya membantu ,tapi kami tidak dendam
sedikitpun kami beranggapan mungkin dia khilaf saat bicara seperti itu.dan
ibuku selalu berkata kalau orang jahat kita tidak boleh jahat juga kita doakan
dia biar dia berubah dan kalau orang
baik kita harus lebih baik padanya ,
Saat
SMK saya sudah tidak menyewakan ban lagi
karna kehidupan keluarga kami mulai membaik semua hutang kami sudah lunas
,disitu saya merasakan bahwa kesabaran
itu indah pada waktunya, perlahan-lahan
semua kebutuhan kami mulai tercukupi dan ibu saya juga menepati janjinya mengganti perhiasan
kami yang di jualnya , ayah memberi saya modal untuk berjualan pulsa ,dari untung
berjaualan pulsa saya kumpulkan sedikit
demi sedikit dengan cara ikut jula-jula saya bisa membantu meringankan untuk bayar uang
buku.dan saya tidak pernah minta uang
jajan pada orang tua kecuali kalau saya benar-benar sangat membutuhkannya.
Setelah tamat dari
SMK saya sebenarnya sangat ingin kuliah
,tapi kata ibu dia tidak punya uang karna adik saya yang pertama mau masuk SMA dan adik saya yang kedua masuk SMP ,saya pun mengalah dan memutuskan untuk bekerja saja
,saya bekerja di pabrik roti yang berada
di lincun tapi hanya sementara saja karna pabrik itu hanya butuh orang pada
saat-saat tertentu saja bisa dikatakan seperti karyawan musiman kalau mau
lebaran ,tahun baru dan imlek saja di panggil untuk bekerja.setelah berhenti
dari pabrik saya membantu ibu mencari pakis di kebun sawit milik pemerintah
yang ada di dekat rumah ya lumayanlah
walaupun satu hari kami hanya bisa dapat 6 atau 7 bal saja dengan harga per
balnya Rp 7500 bisa untuk menutupi uang
belanja ibu sehari-hari dan uang yang di beri ayah bisa di tabung.kira-kira bulan 1 tahun 2013 ada teman
yang menawarkan pekerjaan di sebuah taman tempat wisata yang ada di merek namanya
TAMAN SIMALEM RESORT atau PT merek indah lestari kami menyebutnya
dengan TSR , dengan gaji yang lumayan
besar dan dengan izin oarang tua saya pun menerimanya kami pergi bekerja bersama
,rasanya jauh dari keluarga itu sungguh tidak enak,awalnya setiap malam
sebelum tidur saya selalu menangis karna merindukan adik-adik saya dan kedua orang tua saya ,tapi lama kelamaan
saya mulai terbiasa dan mulai nyaman
kerja di sana dan mulai punya bnyak teman .dan saya punya seorang teman laki-laki ,tapi kami beda keyakinan awalnya kami mencoba
untuk bersama tapi kemudian saya sadar
buat apa di jalani kalau akhirnya tidak akan bisa bersama lebih baik berhenti
saja sebelum terlambat . saya tidak
terlalu lama kerja disana karna disanantidak
ada biaya perobatan untuk orang yang sakit ,pada saat saya berjalan
menuruni bukit bersama teman-teman ,saya
terjatuh di dekat ladang jeruk yang membuat pinggang saya terkilir dan menderita beberapa cedera di tubuh ,tapi
pihak pt tidak mau menanggung biaya perobatannya,jangankan untuk menanggung
biaya perobatan ,untuk minta izin pulang untuk berobat pun tidak di berikan
,makanya sya memutuskan untuk berhenti saja setelah saya konsultasi dengan
orang tua .Saya pun memutuskan untuk berhenti saja dan pulang ke binjai,saat
itu sudah dekat lebaran setelah sembuh saya masuk lagi ke pabrik roti karna
banyak pesanan jadi karyawan musiman di panggil kerja lagi .Dan pada saat itu
orang tua saya menyuruh saya untuk melanjutkan pendidikan saya ,dan menyuruh
saya untuk kuliah awalnya ingin kuliah di medan tapi karna memikirkan biaya
akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di STMIK KAPUTAMA Binjai,di semester
pertama saya mendapat ipk 3.10 ,ada seorang dosen yang menyarankan pada saya untuk mendaftar
beasiswa BBM ,saya dan beberapa teman-teman pun mencoba ,siapa tau rezeki .Awalnya saya
tidak percaya saat dibilang saya dapat BBM dan Alhumdulillah saya sangat bersyukur dan
terkejut ketika membaca pengumuman mahasiswa penerima beasiswa ada nama saya
saya sangat bersyukur walaupun hanya untuk biaya satu tahun perkuliahan tpi
sangat membantu meringankan beban saya,
karna saya bayar uang kuliah sendiri walaupun orang tua saya punya uang tapi
saya tidak mau minta kecuali ibu memberinya baru saya terima, karna saya tidak mau
menyusahkan .Setelah berhenti bekerja dari pabrik roti sekarang saya bekerja di
peternakan ayam sebagai anggota kutip telur ayam walaupun gajinya tidak sebesar
kerja di pabrik tapi masih cukup untuk biaya kuliah dan menabung untuk biaya
skripsi nanti agar orangyua saya tidak pusing memikirkannya yang penting dia
taunya saya wisuda aja ,tidak harus memikirkan biayanya .dan selagi saya bisa
membantu teman saya baik itu dalam tugas atau yang lainya saya akan membantunya
dengan senang hati .Saya sangat beruntung karna punya teman-teman kuliah yang
baik dan kami saling membantu satu sama lain .
Demikianlah kisah
singkat tentang perjalanan hidup saya semoga dapat bermanfaat .Atas
perhatiannya saya ucapkan terima kasih.satu hal yang pasti kita tidak perlu
malu mengerjakan apapn selagi itu hal yang baik .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar