Rabu, 13 Januari 2016

Siti Rahmayani Br Tarigan



Kisah perjalanan hidup
Nama saya siti rahmayani br tarigan ,  saya lahir di dusun   B.desa 17 februari 1995,saya tinggal di Jln.pawang ternalem  no.24 Dusun B.desa, Desa Tj.Merahe kec.selesai kab.langkat.
Pada saat saya masih duduk di bangku SD saya sudah membantu kedua orang tua saya mencari  uang ,kami harus mengumpulkan uang yang  banyak untuk membayar  hutang-hutang ayah karna berjudi  .untuk sementara waktu ayah berubah dan tidak berjudi lagi ,tapi itu hanya  beberapa waktu saja setelah itu ayah kembali mengulanginya lagi  dengan hutang  yang lebih besar lagi sampai menggadaikan bpkp sepeda motor secara diam-diam dan banyak hutang pada rentenir ,saat itu kehidupan keluargaku  benar-benar hancur tapi kami tetap berusaha untuk bersatu ,dan  apa mau dikata semua sudah terjadi waktu  juga tidak bisa di putar kembali .Mau tidak mau ibuku menerima semua kenyataan yang menyakitkan itu dan  bersama-sama  membayar hutang ayah saya  sedikit demi sedikit  .Untunglah ayah saya  berubah dan mau bekerja keras siang dan malam untuk membayar hutangnya yang puluhan juta ,ibu saya bilang ”kalau hanya satu atau dua juta msih bisa di tanggulangi tpi ini puluhan juta,ya udah ni  kita jual aja dulu perhiasan kalian ya! nanti kalau udah ada uang bakalan diganti” ,saat itu  aku hanya bisa terdiam dan tidak bisa menolak dan aku mengatakan iya , tapi dalam hatiku sangat sedih tapi aku ikhlas.Setiap hari ayah bekerja siang dan malam, apapun dia kerjakan yang penting halal Mulai dari muat bongkar spsi,muat pupuk,tempel ban ,mendodos sawit  di tanjung keriahan sampai menyewakan ban di pante sb.
Saya pun ikut membantu meringankan beban orang tua ku dengan membantu ibu mencari sayuran pakis,mencari sapu,memipil jagung, mencari berondolan sawit untuk dijual   dan setiap hari libur /tanggal merah aku ikut membantu ayah menyewakan ban di sb ,kami pergi pagi  untuk memompa ban yang akan di sewakan dan menyebrangkannya dengan kondisi arus air yang deras ,kalau tidak  hati-hati akan hanyut ,sebelum pergi  say  selalu mengingat pesan ibuku untuk berdoa sebelum menyebrang ”  ya a llah dekatkanlah rezeki  kami jauhkanlah kami dari marabahaya”. Pakaian yang kami gunakan pun sampai kering di badan, panasnya terik matahari tak mematahkan semangad saya  ,yang saya  takutkan adalah ketika hujan mulai turun tapi ban kami belum selesai di sewa aku takut kalau tba-tiba terjadi banjir ,belum lagi kalau ada orang hanyut  yang menngunakan ban yang kami sewakan ayah harus cepat-cepat  menolongnya karna kalau sampai orangnya cedera kami yang dikenai  denda ,disitu hati saya  was-was saya  takut ayah yang hanyut ,saya  juga takut ayah tidak bisa bisa menyelamtkan orang yang  hanyut. Sore harinya saat semua ban yang di sewa sudah di  kembalikan kami pun mengikatnya dan membawanya  lagi ke  sebrang  dan  mengangkatnya nya ke dataran yang lebih tinggi serta  mengikatnya agar tidak hanyut ketika terjadi banjir, setelah itu semua selesai ternyata hari sudah malam.dan kami pun pulang ,sampai di rumah uang hasil menyewakan ban yang aku dapatkan di bagi dua oleh ibu saya  sebagian untuk tambah-tambah bayar hutang dan sebagian lagi untuk keperluan sekolah saya  dan adik-adik saya  .Bisa dikatakan saya tamat SD ,SMP dan masuk SMk dari hasil menyewakan ban ,mencari pakis,mencari sapu dan sebagainya ,saya berusaha sebisa mungkin untuk tidak minta sama orang tua ,terkadang ada juga rasa iri  pada teman-teman saya  yang lain yang kalau hari libur selalu pergi  jalan-jalan ,meminta dan menghabiskan uang orang tuanya dengan mudah ,tapi rasa iri itu hilang kana orang tua aya mengajarkan saya untuk tetang kebahagian itu bukan semata-mata  karna materi, yang penting saya  bisa bantu orang tua ku dan adik-adiku,saudaraku ,teman-temanku dan orang lain yang bisa di bantu ,melihat orang tersenyum adalah kebahagiaan yang tak bisa di beli dengan uang.  Apapun saya  kerjakan yang penting halal dan tidak mengganggu sekolah ,dan uang nya  bisa digunakan untuk membantu meringankan beban orang saya.Setelah bertahun-tahun Untunglah sekarang semua htang itu sudah terbayarsemua masalah kalau di hadapi bersama akan terasa mudah dan nikmat..
                Pada saat sebelum semua hutang terbayar ibu  sangat hemat hampir setiap hari  lauk kmi untuk sarapan adalah terasi,ikan asin atau udang kecepe bahkan tak jarang siang pun kami makan pakai itu .sore harinya terkadang sayur daun ubi,bayam hutan,keladi,ubi,kangkung,gencer,pakis, atau sayuran yang ada di sekitar rumah dan terkadang juga kalau  ayah kerja di tanjung keriahan dia pulang membawa jantung pisang ,labu,dan daun ubi yang dimintanya dari pemilik kebun sawit. Satu hal yang tidak akan pernah saya lupakan saat istri dari paman saya berkata pada ibu saya “buat apa hemat-hemat buat makan ,tahan kali tiap hari sayurnya batang keladi , goreng ikan asin,inilah baru enak buat makan sambil memamerkan daging ayam kepada ibuku ,kami hanya bisa banyak-banyak istigfhar dan terus berdoa agar semuanya cepat berlalu,  sampai saat ini kata-kata itu tidak pernah hilang dari pikiran ku ,aku tidak habis pikir kenapa saudara malah menghina bukannya membantu ,tapi kami tidak dendam sedikitpun kami beranggapan mungkin dia khilaf saat bicara seperti itu.dan ibuku selalu berkata kalau orang jahat kita tidak boleh jahat juga kita doakan dia biar dia berubah  dan kalau orang baik kita harus lebih baik padanya ,
                Saat SMK saya  sudah tidak menyewakan ban lagi karna kehidupan keluarga kami   mulai membaik semua hutang kami sudah lunas ,disitu saya  merasakan bahwa kesabaran itu indah pada waktunya,  perlahan-lahan semua kebutuhan kami mulai tercukupi dan ibu saya  juga menepati janjinya mengganti perhiasan kami yang di jualnya , ayah memberi saya  modal untuk berjualan pulsa ,dari untung berjaualan pulsa saya  kumpulkan sedikit demi sedikit dengan cara ikut jula-jula saya  bisa membantu meringankan untuk bayar uang buku.dan saya  tidak pernah minta uang jajan pada orang tua  kecuali kalau saya  benar-benar sangat membutuhkannya.
Setelah tamat dari SMK saya  sebenarnya sangat ingin kuliah ,tapi kata ibu dia tidak punya uang karna adik saya  yang pertama mau masuk SMA dan adik saya  yang kedua masuk SMP ,saya  pun mengalah dan memutuskan untuk bekerja saja ,saya  bekerja di pabrik roti yang berada di lincun tapi hanya sementara saja karna pabrik itu hanya butuh orang pada saat-saat tertentu saja bisa dikatakan seperti karyawan musiman kalau mau lebaran ,tahun baru dan imlek saja di panggil untuk bekerja.setelah berhenti dari pabrik saya  membantu ibu  mencari pakis di kebun sawit milik pemerintah yang ada di dekat rumah  ya lumayanlah walaupun satu hari kami hanya bisa dapat 6 atau 7 bal saja dengan harga per balnya Rp 7500  bisa untuk menutupi uang belanja ibu sehari-hari dan uang yang di beri ayah  bisa di  tabung.kira-kira bulan 1 tahun 2013 ada teman yang menawarkan pekerjaan di sebuah taman tempat wisata yang ada di merek namanya   TAMAN SIMALEM RESORT atau  PT merek indah lestari kami menyebutnya dengan TSR  , dengan gaji yang lumayan besar dan dengan izin oarang tua saya  pun menerimanya kami pergi bekerja bersama ,rasanya jauh dari keluarga itu sungguh tidak enak,awalnya  setiap malam  sebelum tidur saya selalu menangis karna merindukan adik-adik saya  dan kedua orang tua saya ,tapi lama kelamaan saya  mulai terbiasa dan mulai nyaman kerja di sana dan mulai punya bnyak teman .dan saya punya seorang  teman laki-laki  ,tapi kami beda keyakinan awalnya kami mencoba untuk bersama tapi kemudian saya  sadar buat apa di jalani kalau akhirnya tidak akan bisa bersama lebih baik berhenti saja sebelum terlambat  . saya tidak terlalu lama kerja disana karna  disanantidak ada biaya perobatan untuk orang yang sakit ,pada saat saya berjalan menuruni  bukit bersama teman-teman ,saya terjatuh di dekat ladang jeruk yang membuat pinggang saya terkilir  dan menderita beberapa cedera di tubuh ,tapi pihak pt tidak mau menanggung biaya perobatannya,jangankan untuk menanggung biaya perobatan ,untuk minta izin pulang untuk berobat pun tidak di berikan ,makanya sya memutuskan untuk berhenti saja setelah saya konsultasi dengan orang tua .Saya pun memutuskan untuk berhenti saja dan pulang ke binjai,saat itu sudah dekat lebaran setelah sembuh saya masuk lagi ke pabrik roti karna banyak pesanan jadi karyawan musiman di panggil kerja lagi .Dan pada saat itu orang tua saya menyuruh saya untuk melanjutkan pendidikan saya ,dan menyuruh saya untuk kuliah awalnya ingin kuliah di medan tapi karna memikirkan biaya akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di STMIK KAPUTAMA Binjai,di semester pertama saya mendapat ipk 3.10 ,ada seorang dosen  yang menyarankan pada saya untuk mendaftar beasiswa BBM ,saya dan beberapa teman-teman pun mencoba ,siapa tau rezeki   .Awalnya saya  tidak percaya saat dibilang saya dapat BBM  dan Alhumdulillah saya sangat bersyukur dan terkejut ketika membaca pengumuman mahasiswa penerima beasiswa ada nama saya saya sangat bersyukur walaupun hanya untuk biaya satu tahun perkuliahan tpi sangat membantu meringankan beban saya,  karna saya bayar uang kuliah sendiri walaupun orang tua saya punya uang tapi saya tidak mau minta kecuali ibu memberinya  baru saya terima, karna saya tidak mau menyusahkan .Setelah berhenti bekerja dari pabrik roti sekarang saya bekerja di peternakan ayam sebagai anggota kutip telur ayam walaupun gajinya tidak sebesar kerja di pabrik tapi masih cukup untuk biaya kuliah dan menabung untuk biaya skripsi nanti agar orangyua saya tidak pusing memikirkannya yang penting dia taunya saya wisuda aja ,tidak harus memikirkan biayanya .dan selagi saya bisa membantu teman saya baik itu dalam tugas atau yang lainya saya akan membantunya dengan senang hati .Saya sangat beruntung karna punya teman-teman kuliah yang baik dan kami saling membantu satu sama lain .
Demikianlah kisah singkat tentang perjalanan hidup saya semoga dapat bermanfaat .Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.satu hal yang pasti kita tidak perlu malu mengerjakan apapn selagi itu hal yang baik .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar