Rabu, 13 Januari 2016

Hariyani



Nama              : Hariyani
NPM                : 13441102
Kelas/prodi      : C sore, SI
Makul              : Bahasa Indonesia
                        Tugas Bahasa Indonesia ( menulis perjalanan/pengalaman hidup pribadi)

Yani adalah nama panggilan ku, biasa teman-teman ku memanggil dengan sebutan itu. Di sebuah kampung di pinggir kota di mana aku lahir dan dibesarkan oleh satu keluarga yang kurang mampu. Ya, aku merasa keluargaku kurang mampu, karena sepanjang usiaku yang saat itu duduk di bangku kelas 3 SMA, aku masih mendapati ibu bekerja keras demi membiayahi sekolah ku. Pergi subuh pulang sore, ke sana ke mari, jadi orang perantauan, begitulah ibu bekerja. Ia sakit, ia jatuh, ia menangis, dan aku tidak sanggup melihat ibuku bekerja sampai seperti itu. Aku membantunya sebisaku, dengan gaji kecil ku aku membantunya mencari uang hanya untuk makan dan tak satu pun keluarga yang mau tau untuk membantu. Dalam kepiluan ibu menunggu, menunggu sesuatu yang baik menyentuh hati ayah. Dalam kelelahan ibu masih menunggu, menunggu ayah memberinya setetes air dalam dahaganya. Dalam kelaparan ibu tetap menunggu, menunggu hidayah Tuhan untuk jiwa ayah ku yang lapar akan iman.
            Sungguh tega sikap ayah terhadap aku dan ibuku. Judi, mabuk-mabukan, togel, dan banyak lagi kejahatan yang aku dan ibuku ketahui melalui orang lain. Sabar, sabar, dan sabar, penuh kesabaran ibu berdoa, tanpa berhenti berharap ibu meminta kepada Sang Maha Pengasih, agar ia di beri kekuatan untuk menghadapi cobaan-Nya. Berharap rencana Allah akan lebih indah di masa depan. Tepat di saat aku lulus SMA aku meminta ibu untuk  berpisah dengan ayah,,, aku sangat senang karena ibu mau mendengar perkataan ku. Setelah ibu berpisah dengan ayah, aku bekerja dan keadaan kami mulai membaik, aku tidak pernah lagi melihat ibu menangis. Setahun berpisah dengan ayah, ibu menikah dengan sosok pria yang sangat bertanggungjawab. Dia sangat jauh berbeda dengan ayah ku, dia memenuhi kebutuhan aku dan ibu, dia bahkan mau membiayahi kuliah ku. Aku sangat bersyukur Allah menjawab doa-doa kami.
            Itulah cerita singkat tentang kehidupan ku. Satu hal yang harus kita percaya, jangan pernah kita berhenti berharap, karena kita tidak pernah tau harapan yang mana dan kapan Allah akan mengabulkannya. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar