Nama :
Hariyani
NPM :
13441102
Kelas/prodi : C
sore, SI
Makul :
Bahasa Indonesia
Tugas
Bahasa Indonesia ( menulis perjalanan/pengalaman hidup pribadi)
Yani adalah nama panggilan ku, biasa
teman-teman ku memanggil dengan sebutan itu. Di sebuah kampung di pinggir kota
di mana aku lahir dan dibesarkan oleh satu keluarga yang kurang mampu. Ya, aku
merasa keluargaku kurang mampu, karena sepanjang usiaku yang saat itu duduk di
bangku kelas 3 SMA, aku masih mendapati ibu bekerja keras demi membiayahi
sekolah ku. Pergi subuh pulang sore, ke sana ke mari, jadi orang perantauan,
begitulah ibu bekerja. Ia sakit, ia jatuh, ia menangis, dan aku tidak sanggup
melihat ibuku bekerja sampai seperti itu. Aku membantunya sebisaku, dengan gaji
kecil ku aku membantunya mencari uang hanya untuk makan dan tak satu pun
keluarga yang mau tau untuk membantu. Dalam kepiluan ibu menunggu, menunggu
sesuatu yang baik menyentuh hati ayah. Dalam kelelahan ibu masih menunggu,
menunggu ayah memberinya setetes air dalam dahaganya. Dalam kelaparan ibu tetap
menunggu, menunggu hidayah Tuhan untuk jiwa ayah ku yang lapar akan iman.
Sungguh tega
sikap ayah terhadap aku dan ibuku. Judi, mabuk-mabukan, togel, dan banyak lagi
kejahatan yang aku dan ibuku ketahui melalui orang lain. Sabar, sabar, dan sabar,
penuh kesabaran ibu berdoa, tanpa berhenti berharap ibu meminta kepada Sang
Maha Pengasih, agar ia di beri kekuatan untuk menghadapi cobaan-Nya. Berharap
rencana Allah akan lebih indah di masa depan. Tepat di saat aku lulus SMA aku
meminta ibu untuk berpisah dengan ayah,,,
aku sangat senang karena ibu mau mendengar perkataan ku. Setelah ibu berpisah
dengan ayah, aku bekerja dan keadaan kami mulai membaik, aku tidak pernah lagi
melihat ibu menangis. Setahun berpisah dengan ayah, ibu menikah dengan sosok
pria yang sangat bertanggungjawab. Dia sangat jauh berbeda dengan ayah ku, dia
memenuhi kebutuhan aku dan ibu, dia bahkan mau membiayahi kuliah ku. Aku sangat
bersyukur Allah menjawab doa-doa kami.
Itulah
cerita singkat tentang kehidupan ku. Satu hal yang harus kita percaya, jangan
pernah kita berhenti berharap, karena kita tidak pernah tau harapan yang mana
dan kapan Allah akan mengabulkannya. Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar