“Saya terlahir dengan keluarga yang sangat bahagia. Saya anak pertama dari 3 bersaudara.
Yang kedua adik saya perempuan sekarang sudah memasuki 1 SMA yang ketiga laki-laki yang sekarang
memasuki 1 SMP. Dulu waktu
saya masih kecil ibu saya sering sekali sakit-sakitan dan saya sering di
titip kan tempat andung saya, seketika adik saya yang pertama telah lahir dan
umur dia kira-kira 2 tahun. Ibu saya juga masih suka sering sakit dan saya
sering menjaga adik saya sampai saya tidak sempat bermain dengan teman-teman
saya, begitu juga dengan adik saya yang kedua. Sampai kemana mana saya selalu
bawa mereka. Dan beriring waktu ibu saya sembuh dan di saat tu saya menjadi
seorang yang sangat mandiri ya walaupun terkadang saya manja karna jarak saya
dan adik saya cukup jauh yaitu 5 tahun. Karna sebelum adik saya lahir saya
seseorang yang manja pa yang saya mau pasti harus terpenuhi kalau tidak saya
akan jatuh sakit itupun sampai sekarang ada pada diri saya, Alhamdulillah saya
sekarang kerja sambil kuliah walaupun kadang kuliah saya agak terganggu karena
kadang ada kesibukan bekerja tetapi saya tetap akan berusaha menyelesaikan
kuliah saya. Sedikit tentang pengalaman perjalan di hidup saya.
Dulu kami yang cukup lumayan mau ini mau itu
saya cukup terpenuhi dari sini saya juga percaya seseorang itu gak juga slalu di atas kadang juga bisa di
bawah. Seketika ayah saya mendapat kan
musibah dia juga kehilangan pekerjaan yang bertahun-tahun dia bekerja
yaitu berdagang. Ayah saya telah terkena
musibah yang cukup membuat keluarga saya terkejut ayah saya telah tertangkap
polisi di bulan juli kemarin setelah lebaran karena ketahuan bermain judi
bersama temannya. Kami mencari kesana kemari mencari dana buat ayah saya tetapi
terlambat karna salah satu teman ayah saya tidak bisa ngeluarkan dana tersebut
dan waktu itu juga sudah malam. Dan mau tak mau ayah saya juga menjalanin nya
disana. Itu yang membuat saya tidak tau buat apa lagi karena ibu saya hanya
membuka warung di dekat rumah dan adik-adik saya masih bersekolah. Selama 3
bulan saya s hanya 3 kali melihat ayah saya di dalam Lapas begitu sedih melihat
ayah saya yang tidak tega melihat kami di rumah. Saya dan Ibu saya pun bekerja
keras menghidupi keluarga kami selama 3 bulan ayah saya di dalam. Setelah ayah
keluar saya begitu bahagia yang dulu nya dia sama sekali tidak pernah
melaksanakan kewajiban umat islam. Sekarang ayah saya sama sekali tidak penah
meninggal kan nya.. Saya yakin dengan cobaan yang telah keluarga kami lewatkan
pasti akan ada hikmahnya suatu saat nanti dan menjadikan pelajaran di hidup
saya. Dan saya juga yakin saya bisa menyelesaikan kuliah saya walaupun tidak
tau rintangan apa lagi yang akan saya jalanin. Sekilas tentang kisah yang
pernah saya dan keluarga saya alami. Semoga tidak akan ada lagi kejadian-kejadian
yang berikutnya yang seperti ini lagi di kehidupan saya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar