Senin, 11 Januari 2016

Dewiana



“Saya terlahir dengan keluarga yang sangat  bahagia. Saya anak pertama dari 3 bersaudara. Yang kedua adik saya perempuan sekarang sudah memasuki  1 SMA yang ketiga laki-laki yang sekarang memasuki  1 SMP.  Dulu waktu  saya masih kecil ibu saya sering sekali sakit-sakitan dan saya sering di titip kan tempat andung saya, seketika adik saya yang pertama telah lahir dan umur dia kira-kira 2 tahun. Ibu saya juga masih suka sering sakit dan saya sering menjaga adik saya sampai saya tidak sempat bermain dengan teman-teman saya, begitu juga dengan adik saya yang kedua. Sampai kemana mana saya selalu bawa mereka. Dan beriring waktu ibu saya sembuh dan di saat tu saya menjadi seorang yang sangat mandiri ya walaupun terkadang saya manja karna jarak saya dan adik saya cukup jauh yaitu 5 tahun. Karna sebelum adik saya lahir saya seseorang yang manja pa yang saya mau pasti harus terpenuhi kalau tidak saya akan jatuh sakit itupun sampai sekarang ada pada diri saya, Alhamdulillah saya sekarang kerja sambil kuliah walaupun kadang kuliah saya agak terganggu karena kadang ada kesibukan bekerja tetapi saya tetap akan berusaha menyelesaikan kuliah saya. Sedikit tentang pengalaman perjalan di hidup saya.
Dulu kami yang cukup lumayan mau ini mau itu saya cukup terpenuhi dari sini saya juga percaya seseorang itu  gak juga slalu di atas kadang juga bisa di bawah. Seketika ayah saya mendapat kan  musibah dia juga kehilangan pekerjaan yang bertahun-tahun dia bekerja yaitu berdagang. Ayah saya  telah terkena musibah yang cukup membuat keluarga saya terkejut ayah saya telah tertangkap polisi di bulan juli kemarin setelah lebaran karena ketahuan bermain judi bersama temannya. Kami mencari kesana kemari mencari dana buat ayah saya tetapi terlambat karna salah satu teman ayah saya tidak bisa ngeluarkan dana tersebut dan waktu itu juga sudah malam. Dan mau tak mau ayah saya juga menjalanin nya disana. Itu yang membuat saya tidak tau buat apa lagi karena ibu saya hanya membuka warung di dekat rumah dan adik-adik saya masih bersekolah. Selama 3 bulan saya s hanya 3 kali melihat ayah saya di dalam Lapas begitu sedih melihat ayah saya yang tidak tega melihat kami di rumah. Saya dan Ibu saya pun bekerja keras menghidupi keluarga kami selama 3 bulan ayah saya di dalam. Setelah ayah keluar saya begitu bahagia yang dulu nya dia sama sekali tidak pernah melaksanakan kewajiban umat islam. Sekarang ayah saya sama sekali tidak penah meninggal kan nya.. Saya yakin dengan cobaan yang telah keluarga kami lewatkan pasti akan ada hikmahnya suatu saat nanti dan menjadikan pelajaran di hidup saya. Dan saya juga yakin saya bisa menyelesaikan kuliah saya walaupun tidak tau rintangan apa lagi yang akan saya jalanin. Sekilas tentang kisah yang pernah saya dan keluarga saya alami. Semoga tidak akan ada lagi kejadian-kejadian yang berikutnya yang seperti ini lagi di kehidupan saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar