Download Dokumennya Disini
Paragraf
Argumentasi
Kelompok 1:
1.
Ade
Astari Ananda
2.
Dewiana
3.
Dian
Pratama Putra
4.
Dina
Br Tambunan
5.
Eko
Aprianda
Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh
Paragraf Argumentasi
Sebelum kita membahas tentang
paragraf argumentasi terlebih dahulu kita bahas mengenai pengertian paragraf
itu sendiri. Paragraf adalah bagian dalam suatu karangan yang mengandung satu
gagasan pokok atau pikiran utama dan beberapa gagasan penjelas. Paragraf dapat
pula diartikan sebagai suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi atau lebih luas
dari kalimat. Paragraf merupakan himpunan dari kalimat kalimat yang bertalian
dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan.
Pengertian Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi adalah
sebuah paragraf yang gagasan utamanya dikembangkan dengan cara menjabarkan
pendapat, ulasan, bahasan, atau ide pribadi penulisnya. Tujuan dari paragraf
ini adalah untuk meyakinkan, atau mempengaruhi pembaca agar memiliki pendapat
yang sama dengan pendapat penulis.
Paragraf argumentasi ialah sebuah
paragraf yang mengemukakan alasan,dan untuk mempengaruhi sikap atau pendapat
orang lain agar orang tersebut percaya dan meyakini dari suatu karangan
tersebut bahwa terdapat fakta-fakta yang menunjukan kebenaran, contoh, dan
bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan fakta tersebut. Dengan adanya sebuah
paragraf argumentasi dan juga memengaruhi pembaca dengan alasan-alasan yang
logis dan kuat guna membuktikan kebenaran dari suatu pendapat alami didasarkan
atas data dan fakta dalam karangan,serta pembaca bertindak sesuai dengan apa
yang di inginkan oleh penulis
Agar tujuan tersebut dapat
tercapai, paragraf ini harus disertai dengan fakta-fakta aktual seperti data,
hasil research,teori ahli, contoh, dan lain-lain. Hal ini dilakukan untuk
menguatkan pendapat-pendapat yang dijabarkan dalam paragraf tersebut, sehingga
pendapat Anda tidaklah sekedar omong kosong dan pembaca akan merasa yakin dan sependapat
dengan pemikiran Anda.
Perbedaan Antara Paragraf Argumentasi
dan Paragraf Eksposisi
Sering sekali banyak orang salah
paham antara paragraf argumentasi dan paragraf eksposisi. Memang, kedua
paragraf ini memiliki kesamaan, yaitu memiliki data-data actual di dalamnya.
Namun, paragraf eksposisi menggunakan data-data tersebut hanya untuk
menjelaskan. Sedangkan pada argumentasi, data-data tersebut digunakan untuk
membuktikan bahwa pendapat kita tersebut adalah benar.
Lain halnya dengan paragraf argumentasi
yang mengharapkan pembaca mempercayai apa yang disampaikan di dalam paragraf,
sehingga pada bagian akhir paragraf tidak jarang kita menemukan satu kesimpulan
utuh dari hal-hal yang telah dijabarkan sebelumnya.
Ciri-ciri Paragraf Argumentasi
Berdasarkan pengertian di atas,
suatu paragraf dapat dikatakan paragraf argumentasi jika memiliki ciri-ciri
berikut ini:
1.
Berisi
pendapat, pandangan, atau keyakinan penulis terhadap suatu permasalahan.
2.
Memiliki
data-data faktual yang digunakan untuk meyakinkan pembaca.
3.
Menjabarkan
suatu permasalahan dengan cara menganalisa dan menganalogikan.
4.
Diakhiri
dengan kesimpulan berupa pendapat yang lebih luas bukan merupakan penegasan
kembali topik utama.
Langkah langkah
membuat paragraf argumentasi
1.
Menentukan tema atau topik permasalahan yang akan
dibahas,
2.
Merumuskan tujuan penulisan,
3.
Mengumpulkan data atau bahan. Data itu bisa
berbentuk: bukti-bukti, fakta, atau
pernyataan yang mendukung.
4.
Menmbuat kerangka karangan.
5.
Mengembangkan kerangka karangan yang telah
dibuat sehingga menjadi karangan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penulisan karangan
Argumentasi :
1.
Berpikir
sehat, kritis, dan logis.
2.
Mencari,
mengumpulkan, memilih fakta yang sesuai
dengan tujuan dan topik, serta mampu merangkaikan
untuk membuktikan keyakinan atau pendapat.
3.
Menjauhkan
emosi dan unsur subjektif.
4.
Menggunakan
bahasa secara baik dan benar, efektif,
dan tidak menimbulkan salah penafsiran.
Jenis dan Contoh Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi dikelompokkan
menjadi dua berdasarkan cara pengembangan topik utamanya, yaitu paragraf
argumentasi sebab-akibat, dan paragraf argumentasi akibat-sebab.
1. Paragraf
Argumentasi Sebab-Akibat
Paragraf
ini diawali dengan pendapat-pendapat yang berupa sebab-sebab dari suatu
permasalahan tertentu yang pada akhirnya diarahkan pada satu kesimpulan umum
yang disebut juga dengan akibat dari sebab-sebab tersebut.
Contoh 1
Pendidikan di Indonesia masih
tertinggal jauh dengan pendidikan Negara-negara lain di dunia. Bahkan Negara
kita masih kalah dengan Negara tetangga kita, Malaysia dan Singapura dalam
bidang pendidikan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya penduduk mereka yang
mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Sedangkan di Indonesia, jumlah
penduduk yang mengenyam pendidikan masih jauh tertinggal, apa lagi di
daerah-daerah tertinggal seperti papua, NTT, NTB, dan masih banyak lagi.
Tertinggalnya pendidikan di daerah-daerah seperti itu disebabkan oleh tidak
meratanya pendidikan di Negara kita. Pemerintah hanya membangun
fasilitas-fasilitas pendidikan di daerah-daerah perkotaan. Selain itu, minimnya
jumlah guru di daerah tersebut ikut membuat semakin jauhnya akses pendidikan di
tempat itu. Akibatnya, pendidikan di Indonesia tidak merata dan tertinggal,
sehingga tidak bisa bersaing dengan Negara-negara lain di dunia.
Contoh 2
Musim kemarau tahun ini merupakan
kemarau terparah dalam 10 tahun terakhir. Tidak turunnya hujan selama 5 bulan
menyebabkan tanah-tanah dan sumber air menjadi kering. Menurut BMKG, tahun ini
diperkirakan hujan akan turun memasuki bulan depan. Jika hal itu terjadi, maka
bisa dipastikan kemarau ini bukan kemarau bisa karena terjadi selama 7 bulan.
Sedangkan, menurut data yang dikeluarkan oleh BMKG tahun lalu, kemarau hanya
terjadi selama 5 bulan. Alhasil, petani-petani banyak mengalami gagal panen
karena tidak ada air yang mengairi persawahan mereka.
Paragraf Argumentasi
Akibat-Sebab
Paragraf argumentasi ini diawali
dengan pendapat-pendapat yang berupa akibat dari suatu permasalahan tertentu
dan pada bagian akhir paragraf dijabarkan apa yang menjadi penyebab
akibat-akibat tersebut.
Contoh 1
Sekolah SMAN 1 Tanjung Bintang
dinobatkan sebagai sekolah terbaik di Indonesia. Banyak anak-anak berprestasi
yang dihasilkan oleh sekolah ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya juara-juara
olimpiade yang berasal dari sekolah ini. Tidak hanya prestasi di bidang
akademik saja yang membanggakan, tetapi juga di bidang lain seperti olahraga
dan kesenian. Tahun lalu saja sekolah ini mengirimkan 20 atlet yang mewakili
Indonesia dalam ajang Sea Games dan panduan suara sekolah ini saat ini tengah
mengikuti kompetisi paduan suara internasional di Barcelona, Spanyol.
Prestasi-prestasi yang membanggakan dari sekolah ini tidak terjadi begitu saja,
tetapi berkat kerja keras para dewan guru dan pihak komite sekolah yang
berkomitmen untuk selalu menghasilkan lulusan-lulusan terbaik.
Contoh 2
Jumlah kecelakaan di jalan raya
tahun ini melonjak tajam. Bahkan lebih parah dari lima tahun terakhir. Menurut
data yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian, tahun lalu jumlah kasus kecelakaan
di jalan hanya mencapai 4.500 kasus, bandingkan dengan tahun ini yang sudah
mencapai 5.300 kasus pada H + 2 lebaran, sehingga dipastikan akan semakin
bertambah jumlahnya. Dari 5. 300 kasus tersebut, persentase yang paling banyak
adalah kendaraan bermotor. Melonjaknya angka kecelakaan ini disebabkan oleh
bertambahnya jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor.
Contoh lain
Kerusakan alam merupakan salah
satu masalah terbesar yang dihadapi oleh umat manusia pada era modern ini.
Hampir setiap hari kita selalu disuguhi berita berbagai macam bencana, seperti
banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan. Bencana alam tersebut
memakan korban nyawa dan harta. Tumbuhan dan hewan tidak berdosa pun menjadi
korban. Peristiwa ini merupakan akibat pola hidup sebagian besar manusia modern
yang tidak ramah lingkungan.
Contoh lain
Dari data kepolisian dan rumah
sakit diperkirakan terdapat 70 s.d 75% kasus penyalagunaan narkoba terjadi pada
kelompok remaja. Sebanyak 82% berasal dari tingkat ekonomi menengah ke atas dan
18% dari keluarga tidak mampu. Korban penyalagunaan narkoba 68% di antaranya
berpendidikan SMP dan SMA. Sementara itu, data dari rumah sakit menunjukkan bahwa
presentase tertinggi ada pada kelompok umur 16-25 tahun. Yang sebagian besarnya
merupakan kelompok sembahyang notabene adalah generasi penerus bangsa.
Sumber:
http://www.prbahasaindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar