Selasa, 24 November 2015

Tugas Presentasi Bahasa Indonesia

Download Dokumennya Disini

Paragraf Argumentasi
Kelompok 1:
1.      Ade Astari Ananda
2.      Dewiana
3.      Dian Pratama Putra
4.      Dina Br Tambunan
5.      Eko Aprianda

Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Paragraf Argumentasi
Sebelum kita membahas tentang paragraf argumentasi terlebih dahulu kita bahas mengenai pengertian paragraf itu sendiri. Paragraf adalah bagian dalam suatu karangan yang mengandung satu gagasan pokok atau pikiran utama dan beberapa gagasan penjelas. Paragraf dapat pula diartikan sebagai suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Paragraf merupakan himpunan dari kalimat kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan.
 

Pengertian Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi adalah sebuah paragraf yang gagasan utamanya dikembangkan dengan cara menjabarkan pendapat, ulasan, bahasan, atau ide pribadi penulisnya. Tujuan dari paragraf ini adalah untuk meyakinkan, atau mempengaruhi pembaca agar memiliki pendapat yang sama dengan pendapat penulis. 
Paragraf argumentasi ialah sebuah paragraf yang mengemukakan alasan,dan untuk mempengaruhi sikap atau pendapat orang lain agar orang tersebut percaya dan meyakini dari suatu karangan tersebut bahwa terdapat fakta-fakta yang menunjukan kebenaran, contoh, dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan fakta tersebut. Dengan adanya sebuah paragraf argumentasi dan juga memengaruhi pembaca dengan alasan-alasan yang logis dan kuat guna membuktikan kebenaran dari suatu pendapat alami didasarkan atas data dan fakta dalam karangan,serta pembaca bertindak sesuai dengan apa yang di inginkan oleh penulis
Agar tujuan tersebut dapat tercapai, paragraf ini harus disertai dengan fakta-fakta aktual seperti data, hasil research,teori ahli, contoh, dan lain-lain. Hal ini dilakukan untuk menguatkan pendapat-pendapat yang dijabarkan dalam paragraf tersebut, sehingga pendapat Anda tidaklah sekedar omong kosong dan pembaca akan merasa yakin dan sependapat dengan pemikiran Anda. 


Perbedaan Antara Paragraf Argumentasi dan Paragraf Eksposisi                      
Sering sekali banyak orang salah paham antara paragraf argumentasi dan paragraf eksposisi. Memang, kedua paragraf ini memiliki kesamaan, yaitu memiliki data-data actual di dalamnya. Namun, paragraf eksposisi menggunakan data-data tersebut hanya untuk menjelaskan. Sedangkan pada argumentasi, data-data tersebut digunakan untuk membuktikan bahwa pendapat kita tersebut adalah benar.  
Lain halnya dengan paragraf argumentasi yang mengharapkan pembaca mempercayai apa yang disampaikan di dalam paragraf, sehingga pada bagian akhir paragraf tidak jarang kita menemukan satu kesimpulan utuh dari hal-hal yang telah dijabarkan sebelumnya.





Ciri-ciri Paragraf Argumentasi
Berdasarkan pengertian di atas, suatu paragraf dapat dikatakan paragraf argumentasi jika memiliki ciri-ciri berikut ini:
1.      Berisi pendapat, pandangan, atau keyakinan penulis terhadap suatu permasalahan.
2.      Memiliki data-data faktual yang digunakan untuk meyakinkan pembaca.
3.      Menjabarkan suatu permasalahan dengan cara menganalisa dan menganalogikan.
4.      Diakhiri dengan kesimpulan berupa pendapat yang lebih luas bukan merupakan penegasan kembali topik utama. 

Langkah langkah membuat paragraf argumentasi
1.      Menentukan tema atau topik permasalahan yang akan dibahas,
2.       Merumuskan tujuan penulisan,
3.       Mengumpulkan data atau bahan. Data itu bisa berbentuk: bukti-bukti, fakta, atau pernyataan yang mendukung.
4.       Menmbuat kerangka karangan.
5.       Mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuat sehingga menjadi karangan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penulisan karangan Argumentasi :
1.      Berpikir sehat, kritis, dan logis. 
2.      Mencari,  mengumpulkan,  memilih  fakta  yang  sesuai  dengan  tujuan  dan topik,  serta mampu  merangkaikan  untuk  membuktikan  keyakinan  atau pendapat.  
3.      Menjauhkan emosi dan unsur subjektif.
4.      Menggunakan  bahasa  secara  baik  dan  benar,  efektif,  dan  tidak menimbulkan salah penafsiran.  

Jenis dan Contoh Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi dikelompokkan menjadi dua berdasarkan cara pengembangan topik utamanya, yaitu paragraf argumentasi sebab-akibat, dan paragraf argumentasi akibat-sebab. 
1.      Paragraf Argumentasi Sebab-Akibat
Paragraf ini diawali dengan pendapat-pendapat yang berupa sebab-sebab dari suatu permasalahan tertentu yang pada akhirnya diarahkan pada satu kesimpulan umum yang disebut juga dengan akibat dari sebab-sebab tersebut.
Contoh 1
Pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh dengan pendidikan Negara-negara lain di dunia. Bahkan Negara kita masih kalah dengan Negara tetangga kita, Malaysia dan Singapura dalam bidang pendidikan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya penduduk mereka yang mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Sedangkan di Indonesia, jumlah penduduk yang mengenyam pendidikan masih jauh tertinggal, apa lagi di daerah-daerah tertinggal seperti papua, NTT, NTB, dan masih banyak lagi. Tertinggalnya pendidikan di daerah-daerah seperti itu disebabkan oleh tidak meratanya pendidikan di Negara kita. Pemerintah hanya membangun fasilitas-fasilitas pendidikan di daerah-daerah perkotaan. Selain itu, minimnya jumlah guru di daerah tersebut ikut membuat semakin jauhnya akses pendidikan di tempat itu. Akibatnya, pendidikan di Indonesia tidak merata dan tertinggal, sehingga tidak bisa bersaing dengan Negara-negara lain di dunia. 

Contoh 2
Musim kemarau tahun ini merupakan kemarau terparah dalam 10 tahun terakhir. Tidak turunnya hujan selama 5 bulan menyebabkan tanah-tanah dan sumber air menjadi kering. Menurut BMKG, tahun ini diperkirakan hujan akan turun memasuki bulan depan. Jika hal itu terjadi, maka bisa dipastikan kemarau ini bukan kemarau bisa karena terjadi selama 7 bulan. Sedangkan, menurut data yang dikeluarkan oleh BMKG tahun lalu, kemarau hanya terjadi selama 5 bulan. Alhasil, petani-petani banyak mengalami gagal panen karena tidak ada air yang mengairi persawahan mereka. 


Paragraf Argumentasi Akibat-Sebab
Paragraf argumentasi ini diawali dengan pendapat-pendapat yang berupa akibat dari suatu permasalahan tertentu dan pada bagian akhir paragraf dijabarkan apa yang menjadi penyebab akibat-akibat tersebut.

Contoh 1
Sekolah SMAN 1 Tanjung Bintang dinobatkan sebagai sekolah terbaik di Indonesia. Banyak anak-anak berprestasi yang dihasilkan oleh sekolah ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya juara-juara olimpiade yang berasal dari sekolah ini. Tidak hanya prestasi di bidang akademik saja yang membanggakan, tetapi juga di bidang lain seperti olahraga dan kesenian. Tahun lalu saja sekolah ini mengirimkan 20 atlet yang mewakili Indonesia dalam ajang Sea Games dan panduan suara sekolah ini saat ini tengah mengikuti kompetisi paduan suara internasional di Barcelona, Spanyol. Prestasi-prestasi yang membanggakan dari sekolah ini tidak terjadi begitu saja, tetapi berkat kerja keras para dewan guru dan pihak komite sekolah yang berkomitmen untuk selalu menghasilkan lulusan-lulusan terbaik. 

Contoh 2
Jumlah kecelakaan di jalan raya tahun ini melonjak tajam. Bahkan lebih parah dari lima tahun terakhir. Menurut data yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian, tahun lalu jumlah kasus kecelakaan di jalan hanya mencapai 4.500 kasus, bandingkan dengan tahun ini yang sudah mencapai 5.300 kasus pada H + 2 lebaran, sehingga dipastikan akan semakin bertambah jumlahnya. Dari 5. 300 kasus tersebut, persentase yang paling banyak adalah kendaraan bermotor. Melonjaknya angka kecelakaan ini disebabkan oleh bertambahnya jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor. 


Contoh  lain
Kerusakan alam merupakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh umat manusia pada era modern ini. Hampir setiap hari kita selalu disuguhi berita berbagai macam bencana, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan. Bencana alam tersebut memakan korban nyawa dan harta. Tumbuhan dan hewan tidak berdosa pun menjadi korban. Peristiwa ini merupakan akibat pola hidup sebagian besar manusia modern yang tidak ramah lingkungan.

Contoh lain
Dari data kepolisian dan rumah sakit diperkirakan terdapat 70 s.d 75% kasus penyalagunaan narkoba terjadi pada kelompok remaja. Sebanyak 82% berasal dari tingkat ekonomi menengah ke atas dan 18% dari keluarga tidak mampu. Korban penyalagunaan narkoba 68% di antaranya berpendidikan SMP dan SMA. Sementara itu, data dari rumah sakit menunjukkan bahwa presentase tertinggi ada pada kelompok umur 16-25 tahun. Yang sebagian besarnya merupakan kelompok sembahyang notabene adalah generasi penerus bangsa.


Sumber: http://www.prbahasaindonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar