Comerce


1.
Pengertian
E-Comerce
E-Comerce pertama kali dikenalkan
pada tahun 1944 pada saat pertama kali banner elektronik dipakai untuk tujuan
promosi dan periklanan di suatu halaman web.
E-comerce (Electronic Comerce)
atau dalam bahasa Indonesia disebut e-dagang, yang artinya perdagangan
elektronik. Adalah pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui system
elektronik seperti internet, televise, ataupun jaringan computer lainnya.
E-Comerce
ialah melibatkan transfer data elektronik, pertukaran data elektronik, system manajemen
inventori otomatis, dan system pengumpilan data otomatis.
E-Comerce
merupakan aplikasi penerapan dari E-Business, yang berkaitan dengan transaksi
komersil, seperti transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain
management/ manajemen rantai pemasokan), e-pemasaran (e-marketing), ataupun pemasaran
online (online marketing), pemrosesan transaksi online, pertukaran data
elektronik, dan lain-lain.
E-Comerce ialah
merupakan bagian dari E-Business, tetepi cakupan dari E-Busines lebih luas dinbandingkan
dari E-Comerce. Bukan hanya mencakup perniagaan, tetapi juga mencakup kerjasama
mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan, dan lain-lain. Selain
teknolagi berbasis internet, E-Comerce juga memerlukan teknologi basis data
atau pangkalan data, E-Mail, dan bentuk teknologi non computer lainnya seperti
halnya pengiriman barang dan alat pembayaran untuk E-Comerce ini.
2.
E-Comerce di
Indonesia
Di Indonesia,
E-comerce ini kurang popular, dikarnakan banyak pengguna internet yang masih
meragukan keamanannya, serta kurangnya pengetahuan mereka tentang apa itu E-Comerce sebenarnya. Di
Indonesia ,web resmi yang manyelenggarakan E-Comerce adalah Risti Shop. RisTi
yaitu Divisi Riset dan Teknologi Informasi milik PT>Telkom yang menyediakan
layanan E-Comerce untuk penyediaan produk peralatan telekomunikasi maupun
non-telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara
online.
Perkembangan
E-Comerce di Indonesia telah ada sejak tahun 1996, dengan adanya Dyviacom
Intrabum ayau D-Net sebagai perintis transaksi online. Sarana yang tersedia
brupa mall online yang diseut D-Mall, D-Mall ini telah menampung sekitar 33
toko online. Dan produk yang ditawarkanpun bermacam-macam, mulai dari makanan,
pakaian, aksesori, produk perkantorran sampai dengan furniture.
Selain itu, berdiri juga http://isp.comerce.net.id/. Sbagai
Comerce Service Provider (CSP) pertama di indonesia Commerce.net Indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan
jual beli di internet. Commerce.Net.
Indonesia
sendiri telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan E-Commerce, untuk melayani konsumen seperti
PT.Telkom dan Bank International Indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh
situs yang menjadi anggota Commerce.net Indonesia, yaitu Plasa.com, Interactive
Mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall
dan Trikomsel.
Kehadiran
E-Commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan banyak
pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual. Dengan
menggunakan internet, proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya
dan waktu.

2.1.
Perkembangan E-Commerce di Indonesia
pada tahun-tahun mendatang.
E-Commerce sebetulnya dapat menjadi
suatu bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Hal ini tak lepas dari potensi
berupa jumlah masyarakat yang besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga
E-Commerce dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Sayangnya, daya beli masyarakat
yang masih rendah dan infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata di
daerah-daerah lainnya membuat E-Commerce tidak begitu populer. Hal ini tak
lepas dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang hanya sekitar 8 juta
orang dari 215 juta penduduk. Selain itu, E-Commerce juga belum banyak
dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Meskipun relatif banyak perusahaan
yang sudah memasang homepage, hanya sedikit yang memfungsikannya sebagai sarana
perniagaan/perdagangan online. Sebagian besar homepage itu lebih difungsikan
sebagai media informasi dan pengenalan produk. Menurut Adji Gunawan, Associate Partner dan Technology Competency
Group Head Andersen Consulting, secara umum ada tiga tahapan menuju E-Commerce,
yakni:
·
presence (kehadiran),
·
interaktivitas, dan
·
transaksi.
Saat ini, kebanyakan homepage yang dimiliki
perusahaan Indonesia hanya mencapai tahap presence, belum pada tahap transaksi.
Pada akhirnya, perkembangan teknologi dan peningkatan pengguna internet di
Indonesia akan membuat E-Commerce menjadi suatu bisnis yang menjanjikan
Sampai dengan 76 persen pengguna internet di Indonesia
berbelanja online selama satu tahun terakhir dan menghabiskan rata-rata Rp 5,5 juta ( $ 450 ) per tahun.
Survei yang dilakukan oleh Greenberg, Strategi Merek untuk perusahaan kartu kredit Visa
menunjukkan bahwa pembeli online yang sekarang lebih muda dan menghabiskan
lebih banyak uang
pada situs belanja. Hampir setengah atau 48 persen dari pembeli online berada di kelompok usia 18 sampai 30 tahun dan
memperoleh pendapatan yang lebih tinggi .
“E-Commerce di Indonesia berkembang dengan pesat sebagai
jumlah orang Indonesia yang terhubung ke internet, khususnya melalui smartphone” kata Ellyana Fuad, Presiden Direktur Visa Indonesia.
“Perluasan pasar online dan meningkatnya jumlah pengecer
online tahun lalu jelas menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan perilaku
belanja online anak-anak muda.”
Survei ini dikategorikan responden berdasarkan kuantitas produk dan jasa yang dipesan secara online dan mengidentifikasi tiga jenis pembeli online .
Survei ini dikategorikan responden berdasarkan kuantitas produk dan jasa yang dipesan secara online dan mengidentifikasi tiga jenis pembeli online .
Tipe pertama adalah :
1.
dewasa, yang
terdiri dari 48% dari semua pembeli online Indonesia . Mereka
menghabiskan Rp 6,5 juta rata-rata per tahun, dengan mayoritas dari mereka menghabiskan uang untuk perjalanan, ritel dan layanan lainnya.
2.
Kategori kedua
adalah pembelanja yang muncul, membuat naik
23% dan yang hanya membeli satu atau dua jenis barang secara
online. Kelompok ini menghabiskan sekitar Rp 4 juta setiap bulan.
3.
Kategori ketiga
adalah jenis berkembang, yang menyumbang 29% dari
pembeli dan menghabiskan sekitar Rp 5 juta/bulan untuk
membeli 3-4 jenis barang secara online .
Para ahli telah meramalkan nilai potensi E-Commerce di Indonesia di antara $10 milyar dan $12 miliar pada 2015, didorong oleh pertumbuhan jumlah pengguna smartphone yang terhubung ke Internet .
Kategori ketiga
adalah jenis berkembang, yang menyumbang 29% dari
pembeli dan menghabiskan sekitar Rp 5 juta/bulan untuk
membeli 3-4 jenis barang secara online .Para ahli telah meramalkan nilai potensi E-Commerce di Indonesia di antara $10 milyar dan $12 miliar pada 2015, didorong oleh pertumbuhan jumlah pengguna smartphone yang terhubung ke Internet .

3.
Keuntungan
dari E-Comerce
Dalam
implementasinya, keuntungan dari E-Commerce tidak saja dirasakan oleh para
pebisnis tetapi juga dapat dirasakan oleh konsumen, masyarakat luas dan
pemerintah.
Adapun
keuntungan E-Commerce pada produsen adalah:
* Memberikan kesempatan kepada produsen untuk
meningkatkan pemasaran produk atau servicenya secara global.
* Mengurangi penggunaan paper/kertas di berbagai
aktifitas mulai dari tahapan desain produksi, pengepakan, pengiriman,
distribusi hingga marketing.
* Mengurangi waktu delay dari
pengiriman dan penyimpanan karena antara sistem produksi, pengepakan,
penyimpanan dan distribusi terkoneksi secara online.
*Membantu perusahaan-perusahaan yang
memproduksi produk/service yang sangat spesifik yang tidak dapat dipasarkan
dalam bisnis secara fisik, karena keterbatasan konsumen, tempat dan biaya
promosi yang tinggi.
* Mengurangi waktu dan biaya
prosmosi dari produk/service yang dipasarkan karena tersedianya informasi
secara menyeluruh di internet sepanjang waktu.
Adapun
keuntungan e-c ommerce pada konsumen adalah:
* Memberikan kesempatan konsumen
yang berada di belahan dunia manapun untuk dapat menggunakan sebuah
produk/service yang dihasilkan dari belahan dunia yang berbeda dan melakukan
transaksi dan meraih informasi dari pihak pertama sepanjang tahun.
* Memberikan kesempatan konsumen
untuk mendapatkan produk/service terbaik dari berbagai pilihan yang ada karena
konsumen mendapat kesempatan untuk memilih berbagai jenis produk/service secara
langsung.
* Memberikan kesempatan bagi
konsumen yang terpisah tempat tinggalnya dari produsen untuk berinteraksi,
berdiskusi dan bertukar pengalaman. Sehingga akan sangat menguntungkan produsen
untuk meningkatkan kualitas produk/servicenya sesuai dengan yang diinginkan
oleh konsumen.
Adapun
keuntungan e-commerce pada masyarakat dan pemerintah adalah:
* Semakin banyak manusia yang
bekerja dan beraktifitas di rumah dengan menggunakan internet berarti
mengurangi perjalanan untuk bekerja, belanja dan aktifitas lainnya, sehingga
mengurangi kemacetan jalan dan mereduksi polusi udara.
*
Meningkatkan daya beli dan kesempatan
masyarakat untuk mendapatkan produksi/service yang terbaik karena perusahaan
yang mengeluarkan produk/service dapat menjualnya lebih murah karena biaya
produksi yang rendah.
* Mengurangi pengangguran karena
masyarakat semakin bergairah untuk berbisnis karena cara kerja yang gampang dan
tanpa modal yang besar.
*
Meningkatkan daya kreatifitas masyarakat, berbagai jenis produk dapat
dipasarkan dengan baik, sehingga akhirnya juga membantu pemerintah untuk
menggairahkan perdagangan khususnya usaha kecil menengah.
4.
Sistem
pembayaran E-Comerce
Sistem pembayaran elaktronok khusus telah
dikembangkan untuk bias menangani pembayaran barang-barang secara elektronik
melalui internet. Sistem pembayaran elektronik melalui internet adalah system pembayaran
kartu kredit, tunai digital, dompet digital, system akumulasi total pembelian
digital, system pembayaran nilai tersimpan, system pembayaran peer-to-peer, cek
elektronik, dan system pembayaran tagihan elektronik.
Adalah Perangkat
lunak yang bisa menyimpan identifikasi kartu kredit dan pemiliknya serta memberi
data-data tersebut secara otomatis pada saat
transaksi pembelian pada E-Comerce.
Adalah system yang
memungkinkan pengguna untuk melakukan micropayment
(micropayment adalah
pembayaran dalam sejumlah kecil uang, biasanya kurang dari US$10.) dan
prmbelian melalui web, mengakumulasi saldo debit pada kartu kreditnya atau pada
tagihan teleponnya.
Adalah system yang
memungkinkan konsumen untuk melakukan pembayaran online secara instan kepada
penjualdan individu lain berdasarkan nilai yang tersimpan pada akun digital.

Adalah mata uang
yang dipresentasikan dalam bentuk elektronik dan digunakan diluar jaringan uang
normal.
Adalah system pembayaran
elektronik bagi orang-orng yang akan mengirim uang ke vendor atau individu yang
belum bisa menerima pembayaran melalui kartu kredit.
Adalah system pembayaran
peer-to-peer yang memungkinkan pengguna untuk membayar siapapun melalui alamat
email atau mengirimkan tagihan pribadi atau kelompok secara online.
Adalah system yang
memperluasfungsional rekening cek yang sudah ada sehingga bisa digunakan untuk
pembayaran belanja online.
Adalah system yang
digunakan untuk membayar tagiha rutin bulanan yang memungkinkan pengguna untuk
melihat tagihan-tagihan secara elektronik dan membayarnya secara elektronik
juga melalui bank atau rekening kartu kerdit.
E-Comerce
Daftar isi makalah
E-Comerce
1. Pengertian E-Comerce
2. E-Comerce di Indonesia
2.1.
Perkembangan
E-Commerce di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.
3. Keuntungan dari E-Comerce
4. Sistem pembayaran E-Comerce
5. Referensi
5.1. Buku
5.2. Web
Referensi
4.1.
Buku
Terjemahan
Kenneth C. Laudon,
Jane P. Laudon. ”Sistem Informasi Manajemen: Mengelola perusahaan digital.”Penerbit Andi, no.8 (2005)
4.2.
Web
www.e-commerce.site90.net

Tidak ada komentar:
Posting Komentar